Tips Menindik Telinga Pada Bayi

Tindik pada Bayi

Tindik pada Bayi www.sheknows.com

Menindik telinga pada buah hati merupakan salah satu kebiasaan masyarakat luas, tidak terkecuali saat mereka masih bayi. Meski merupakan hal yang dianggap sepele, namun ada beberapa hal yang wajib diketahui para orang tua sebelum melakukan proses penindikan. Apa saja? Berikut penjelasan selengkapnya!

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah memilih lokasi penindikan yang tepat. Pilihlah rumah sakit yang memiliki reputasi yang baik. Selain harus disterilisasi, bahan yang digunakan untuk menindik bayi umumnya menggunakan bahan yang hypoallergenic sehingga tidak menimbulkan reaksi alergi pada buah hati. Oiya jika proses penindikan dilakukan tanpa menggunakan bius lokal, buah hati Anda tentu akan merasakan sakit ketila dilakukan proses penindikan. Karena itulah jangan lupa untuk menyakan pada dokter yang akan menangani proses penindikan si kecil.

Usai ditindik, hindari melepas tindikan hingga melewati masa 6 minggu. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya komplikasi pada telinga bayi. Selama masa pemulihan ini, usahakan untuk mengoleskan alkohol sebanyak dua kali sehari di sekitar telinga buah hati Anda. Tidak hanya itu, usahakan pula untuk memutar anting yang digunakan minimal sekali dalam sehari. Meski demikian, saat melakukan hal ini, hindari menekan telinga bayi.

Selain itu, saat masa pemulihan Anda juga wajib memastikan bekas tindikan tidak lembab. Bahkan usai mandi sekalipun. Perhatikan pula apakah ada gejala infeksi pada hasil tindikan yang ada. Infeksi dapat ditandai dengan adanya cairan, terjadinya pendarahan ataupun peradangan. Jika terjadi tanda tersebut, segera bersihkan dengan alkohol lalu bawa ke dokter yang dipercaya untuk mendapatkan resep obat yang pas.

Umumnya usai enam minggu setelah ditindik, bekas tindikan pada telinga bayi sudah dalam kondisi yang pulih. Dengan demikian Anda dapat mengganti anting pertama dengan jenis anting yang lain. Pastikan dalam memilih anting baru yang terbuat dari bahan metal atau emas yang setidaknya memiliki kadar karat minimal sebesar 14 karat. Jika terbuat dari bahan lain seperti sepuhan emas, anting jenis ini dapat mengakibatkan terjadinya reaksi alergi pada telinga.

Demi keamanan si kecil, pilihlah anting yang berbentuk bundar dengan bagian pengerat atau kunci yang dipasang di belakang telinga. Selain itu perhatikan bentuk pengerat. Pengerat yang baik memiliki bentuh datar yang menutupi semua bagian anting yang ada di belakang telinga. Selain melindungi telinga si kecil, hal ini akan menyulitkan buah hati Anda saat ingin menarik anting. Berbeda dengan jenis anting gantung yang mudah ditarik oleh si kecil.

Baca juga:

Tips Mengenali Alergi Susu Sapi pada Buah Hati

Pentingnya Menjaga Kebersihan Tali Pusar Pada Bayi

Fakta dan Mitos Terkait Penggunaan Empeng pada Bayi

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: meetdoctor.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment