Pentingnya Menjaga Kebersihan Tali Pusar Pada Bayi

Bayi

Bayi mommyandmebabyfair

Tali pusar merupakan perantara si kecil selama masih dalam kandungan. Setelah lahir, umumnya tali pusar akan dipotong dengan meninggalkan sisa tali sepanjang 2 hingga 3 cm. Biasanya tali ini akan mengering dan copot dalam waktu 1 hingga 2 minggu ke depan. Untuk menghindari infeksi, berikut beberapa tips agar tali pusar si kecil senantiasa bersih dan kering hingga copot dengan sendirinya.

Pertama lalukanlah pembersihan di sekitar sisa tali pusar  sekali dalam sehari. Anda dapat menggunakan kapas yang direndam dengan air hangat atau sabun yang lembut. Setelah dibersihkan, keringkan kulit dengan menepukkan kain yang bertekstur lembut. Jika tali pusar kotor, bersihkan dengan air lalu keringkan dengan kain bersih yang menyerap air.

Hindari membersihkan sisa tali pusar dengan antiseptik ataupun alkohol. Hal ini dapat membuat tali pusar copot lebih lama. Dulu memang disarankan untuk membersihkan tali pusar dengan alkohol. Namun kini para peneliti menemukan hal yang berbeda. Bahwa tali pusar akan lebih cepat sembuh jika dibiarkan saja. Meski demikian, tentu kebersihan sisa tali pusar dan area kulit yang mengelilinga senantiasa dijaga kebersihannya.

Selain itu saat memandikan si kecil usahakan agar posisi permukaan air selalu berada di bawah tali pusar hingga pusar copot dengan sendirnya dan sembuh total. Terkait dnegan hal ini ada pula yang menyarankan agar si kecil dibersihkan dnegan cara diseka saja dengan menggunakan kain yang lembut sehingga meminimalisir pusar terkena cipratan air. Baru setelah pusar copot dan sembuh dimandikan dengan cara yang biasa dilakukan.

Dalam penggunaan popok pastikan ujung popok tidak menutupi tali pusar. Hal ini perlu dilakukan agar pusar tetap bisa terkena udara. Selain menjaga agar sisa pusar tetap kering, hal ini juga akan meminimalisir pusar terkena rembesan kencing atau kotoran lainnya yang berasal dari dalam popok.

Bayi

Bayi pixabay

Pakaikan pula kaus dan popok yang cukup longgar agar sirkulasi udara di sekitar pusar tetap terjaga. Hindari pula memakaikan pakaian dengan model body suit yang menutupi seluruh tubuh si kecil. Meski terkesan sepele, namun hal ini dapat mempercepat proses pengeringan tali pusar.

Saat sisa talu pusar copot, ada kemungkinan akan mengeluarkan sedikit darah. Kondisi yang demikian tidak perlu dikhawatirkan karena merpakan keadaan yang normal. Selain itu, terkadang ada cairan bening atau kuning dan sisa jaringan di pusar yang disebut umbilical granulomas yang dapat hilang dengan sendirinya atau diobati oleh dokter anak.

Baca juga:

Mata Juling Pada Bayi, Normalkah?

Lama Maksimal Penyimpanan Air Susu Ibu (ASI)

Salah Posisi Tidur Pada Bayi Bisa Berujung Kematian

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama

Sumber: www.alodokter.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment