Dampak Buruk Menahan Buang Air Kecil

| Posted : 15 May 2015 | Berita Sehat, Tips Sehat No comments
Toilet

Toilet askdoctork

Ada banyak hal yang membuat seseorang memutuskan untuk menunda saat hasrat buang air kecil tiba. Pekerjaan dan email yang menumpuk hingga kedatangan tamu penting dapat menjadi penunda buang air kecil. Apa Anda juga termasuk orang yang suka menunda buang air kecil? Kalau begitu informasi ini mungkin akan bermanfaat bagi Anda!

Menurut Banjamin Brucker, MD, asisten profesor of urology di NYU Langone Medical Center mengatakan bahwa kapasitas seseorang untuk menahan buang air kecil berdasarkan beberapa hal. Menurut Brucker sebagian besar wanita dapat menahan kencing selama tiga hingga enam jam. Namun demikian waktu menahan buang air kecil tentu bervariasi. Level hidrasi, asupan cairan dan kapasitas kandung kemih menjadi faktor yang sangat berpengaruh. Satu yang perlu diketahui, kapasitas kandung kemih dipengaruhi oleh ukuran dan sensitifitas kandung kemih.

Terkadang rasa ingin buang air kecil memang datang di saat yang tidak tepat. Salah satunya saat kita sudah memakai make up dan siap untuk bepergian. Namun demikian, Anda sendirilah yang tahu apakah hal tersebut hanya sinyal kondisi perut yang kurang enak atau memang “alarm” penting yang wajib untuk segera dituntaskan. Satu yang perlu diketahui, mengacuhkan alarm kencing akan menyuburkan perkembangbiakan bakteri dalam kandung kemih. Hal ini dapat menimbulkan infeksi saluran kencing hingga masalah batu ginjal. Meski infeksi saluran kemih dapat diobati dengan antibiotik, namun mencegah tentunya akan lebih mudah daripada mengobati bukan?

Toilet

Toilet 1000awesomethings

Mengerikannya lagi, Urinary Tract Infections (UTI) dapat membuat Anda merasakan sensasi ingin buang air kecil yang lebih banyak dari biasanya, seperti kandung kemih yang terlalu aktif (overactive bladder) dan rasa sakit di kandung kemih (painful bladder syndrome). Jika Anda merasakan gejala overactive bladder, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan pihak medis yang dipercaya. Tratment dan pengobatan yang dilakukan tentu akan disesuaikan dengan gejala serta kondisi kesehatan Anda. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Mengenal Nocturia, si Penganggu Tidur Malam Anda

Hindari Penyebab Sembelit Sebelum Melilit

Penyakit Bisa Dideteksi dari Kotoran

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.womenshealthmag.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment