Berbagai Fakta Penyakit Vlek

Ilustrasi Vlek

Ilustrasi Vlek www.momjunction.com

Vlek merupakan sebuah penyakit yang kerap menyerang anak. Penyakit ini membutuhkan pengobatan rutin yang wajib dilakukan dalam kurun waktu tertentu. Pengobatan penyakit vlek terbilang cukup panjang. Sekali saja lupa minum obat, maka pasien wajib mengulangi proses pengobatan sedari awal. Karena itulah penyakit ini cukup mendapat perhatian bagi para orang tua.

Mungkin masih ada yang belum mengetahui bahwasanya pengobatan penyakit vlek pasti memperoleh pengobatan berupa obat anti tubercolusis atau yang dikenal luas dengan penyakit TB. Dengan kata lain, penyakit vlek sejatinya merupakan penyakit TB. Penyebutan vlek mungkin erat kaitannya stigma TB yang daluhu begitu buruk, menular dan juga mematikan. Bahkan dulu pasien TB harus dikarantina di sebuah tempat bernama sanatorium.

Nama penyakit ini diambil dari bahasa Belanda yang berarrti bercak. Hal tersebunt kemunginan mengacu pada penampakan bercak-bercak yang ada pada foto rontgen pasien TB. Meski demikian, perlu diketahui bahwasanya timbulnya bercak tersebut bukan spesfifik milik pasien TB saja. Namun bisa mmerujuk pada penyakit lain seperti dadang paru-paru akut atau pneumonia. Penyakit ini bisa terjadi akibat infeksi virus, bakteri ataupun jamur.

Salah satu faktor yang menyebabkan penyakit TB begitu ditakuti karea menularannya bisa terjadi lewat udara. Dengan pola penularan yang demikian, seorang anak bisa tertular kapan saja, seperti di sekolah, tempat les ataupun tempat bermain sekalipun. Perlu diketahui juga bahwa gejala TB pada anak berbeda dengan gejala TB pada orang dewasa.

Kalau pada pasien dewasa, gejala utamanya ditunjukkan dengan batuk berdarah atau batuk yang tidak kunjung sembuh. Sedangkan pada anak, gejala yang sering muncul adalah demam yang tidak kunjung sembuh. Anak juga sering mengalami kesulitan dalam meningkatkan berat badan atau bahkan mengalami hal sebaliknya yaitu penurunan berat badan.

Ilustrasi Vlek

Ilustrasi Vlek www.kidspot.com.au

Batuk pada anak yang terjadi terus-menerus selama sedikitnya dua minggu, bahkan kondisinya cenderung memberat juga patut dicurigai sebagai gejala TB. Meski demikian perlu dibedakan antara jenis batuk TB dengan batuk lainnya seperti batuk karena alergi. Batuk alergi bersifat hilang timbul, dengan gejala batuk lebih berat terjadi di malam atau dini hari. Selain itu pada batuk alergi, biasanya anak tetap aktif, berbeda dengan penderita TB yang anaknya cenderung tidak aktif.

Pemeriksaan penyakit vlek dilakukan dengan uji Montoux. Jika tidak ada uji ini, alternatif pemerksaan lainnya dapat dilakukan dengan tes darah bernama IGRA TB. Selain itu perlu pula dilakukan rontgen bagian dada. Jika positif TB, maka anak diwajibkan untuk mengkonsumsi obat selama 6 hingga 12 bulan, tergantung tingkat keparahannya.

Baca juga:

Gejala Diabetes Tipe 2 yang Mengejutkan

Fakta dan Mitos Terkait Penggunaan Empeng pada Bayi

Pentingnya Menjaga Kebersihan Tali Pusar Pada Bayi

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: idai.or.id

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment