Fakta Menarik Tentang Decaf Coffee

| Posted : 07 May 2015 | Gizi dan Makanan No comments
Ilustrasi Kopi Deccafeine

Ilustrasi Kopi Deccafeine araazzurro

Salah satu cara untuk mengurangi tingkat konsumsi kafein bagi para penggemar kopi tentu dengan menikmati decaffeinated coffee atau yang dikenal dengan nama decaf coffee. Pertanyaan selanjutnya tentu berkaitan dengan kadar kafein dalam decaf coffe bukan? Apakah kopi jenis ini benar-benar menawarkan jenis kopi alami tanpa kandungan kafein sedikitpun? Penasaran? Yuk simak segera informasi menariknya sesaat lagi!

Sebelum berbicara panjang lebar dnegan kopi jenis ini, ada baiknya Anda mengetahui dalah satu peraturan yang ditetapkan oleh Food and Drug Administration (FDA) berikut ini. FDA menerapkan bahwa setiap label deffaceinated coffee harus mengeluarkan sebanyak 97% kandungan kafein di dalam biji kopi. Jadi dalam decaf coffee bisa jadi masih memiliki sejumlah kandungan kafein, namun tentu kadar yang ditawarkan tidak sebanyak kopi pada umumnya.

Namun demikian perlu diketahui bahwa kandungan kafein pada beragam biji kopi tentu cukup bervariasi. Biji kopi Robusta umumnya mengandung dua kali kafein dibandingkan dengan biji kopi Arabika. Dengan demikian, kandungan kafein decaf coffee dari jenis kopi Robusta akan lebih tinggi dibandingkan kandungan kopi jenis Arabika. Umumnya kopi di Amerika mengusung kopi campuran yang dibuat dengan kombinasi kopi Arabika dan Robusta, namun ada pula brand kopi yang mengusung kopi murni.

Metode dekafeinasi sendiri pertama kali dilakukan pada awal tahun 1900-an. Kala itu proses penghilangan kadar kafein ini dilakukan dengan melakukan pembilasan berulang yang dibantu dengan benzena. Namun kini zat kimia yang dikenal sebagai cancer causing agent ini tidak lagi digunakan. Kini proses dekafeinasi dilakukan dengan cara yang berbeda. Ada yang menggunakan methyl chloride, ada pula yang menggunakan cara alami.

Ilustrasi Kopi Deccafeine

Ilustrasi Kopi Deccafeine stylecraze

Dua cara alami yang digunakan adalah memanfaatkan hormon tanaman bernama ethyl acetate atau carbon dioxide atau melakukan water process yang sama sekali tidak menggunakan bahan kimia, hanya menggunakan H2O murni. Meski oleh National Cancer Institute methyl chloride terdaftar sebagai possible carcinogen, namun peraturan FDA menganggap bahwa kadar methyl chloride hingga 10 ppm masih aman untuk dikonsumsi. Namun demikian kebanyakan decaf coffee memiliki konsentrasi yang cukup rendah, di bawah 1 ppm.

Ada sebagain orang yang beralih ke decaf coffee untuk menghindari efek buruk yang dapat ditimbulkan dari kebiasaan minum kopi. Ada pula yang berpendapat mengganti kopi biasa dengan decaf coffee dapat membantu menghindarkan insomnia ataupun beragam masalah kesehatan lainnya. Namun demikian ada satu fakta yang wajib diperhatikan bahwasanya phytochemical tetap ada meski telah dilakukan proses dekafeinasi. Jadi jangan lupa untuk membatasi kadar kafein yang Anda konsumsi. Untuk orang dewasa, konsumsi kafein hingga 400 miligram dianggap masih memiliki efek baik bagi tubuh. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Cara Meracik Kopi Dengan Benar Agar Terasa Nikmat

Lulur Kopi yang Bisa Menyamarkan Selulit

Kopi Meningkatkan Kemampuan Berenang Sperma

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.foxnews.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment