Hal – Hal yang Membuat Seorang Wanita Menjadi Hiperseks

| Posted : 29 Apr 2014 | Berita Sehat, Sex Sehat No comments
Photo from romantichdimages.blogspot.com

Photo from romantichdimages.blogspot.com

Hiperseks tidak selalu identik dengan intensitas hubungan seksual yang tinggi. Bagi mereka pasangan pengantin baru, atau pasangan yang  terpisah cukup jauh, biasanya hubungan seks menjadi sering. Lantas apa yang membedakan hal tersebut dengan hiperseks?

Menurut Dr. Gerard Paat, MPH, konsultan seksolohi dari  Biro Konsultasi Kesejahteraan Keluarga ST. Carolus, Jakarta, yang dilansir Dreamers Radio, menerangkan bahwa memang dari frekuensi hubungan seks dapat  dilihat apakah seseorang hiperseks atau  tidak.

Bila frekuensinya melebihi ukuran normal. Dari ukuran normal ini, bila terjadi peningkatan drastis, semisal jadi 3-4 kali sehari atau rata-rata 20 kali per minggu, barulah bisa dicurigai salah seorang di antara mereka menderita kelainan/gangguan seksual yang dinamakan hiperseks.

Lalu bagaimana tanda-tanda hiperseks pada wanita ?

Hiperseks pada wanita disebut nymphomania, disebabkan sepenuhnya oleh faktor psikis. Salah satunya berakar pada penyimpangan sewaktu usia balita sampai remaja, semisal menyaksikan bagaimana ibunya kerap dipukuli atau disiksa ayahnya.

Photo from quoteko.com

Photo from quoteko.com

Berbekal pengalaman buruk inilah, semasa dewasa ia merasa butuh pendamping yang berbeda atau lebih baik dari ayahnya. Namun dalam pencarian itu, ia tak bisa menemukan nilai-nilai kebaikan pada satu orang, hingga bergaullah ia dengan banyak orang untuk mencari dan terus mencari orang yang dirasa pas.

Padahal pria idaman tak pernah datang. Maka akan selalu ada  satu atau dua pria yang memenuhi kriteria fisik tapi kepribadiannya meragukan.  Atau secara kepribadian cocok namun tak cocok disisi lain. Ketidakcocokan ini menimbulkan ketidakpuasan yang mendorongnya untuk mencari dan terus mencari.

Celakanya, jika ia sudah terpengaruh atau minimal mengenal hubungan seks, kebiasaannya untuk berganti-ganti pasangan makin membuatnya candu atau ketagihan seks. Sama halnya dengan kebiasaan merokok yang bisa menyebabkan ketagihan. Bukan semata-mata karena nikotin, melainkan pola kebiasaan itu sendiri.

Selain frekuensi hubungan seks yang sangat tinggi, harus diperhatikan ada-tidaknya ciri promiscuity, sebelum mencurigai pasangan menderita hiperseks. Maka, bila benar salah satu dari pasangan menderita hiperseks, Anda harus minta bantuan ahli. Bagaimanapun, kualitas bercinta pada suami-istri yang salah satunya menderita hiperseks, tak sebagus dengan yang dilakukan atas dasar sukarela atau suka sama suka.

Artikel lainnya :

Cara Kreatif Menyelesaikan Masalah

Apa yang Harus Dilakukan untuk Menjadi Wanita Elegan

Meredakan Penyakit Tanpa Obat

 

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber : Dreamers Radio

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment