Tips Mengatasi Anak Susah Tidur

| Posted : 04 Jun 2015 | Ibu dan Anak, Tips Sehat No comments
Anak Tidur irishexaminer

Anak Tidur irishexaminer

Melihat anak yang mudah tertidur hingga pulas menjadikan para orang tua merasa tenang dan lega. Namun sayangnya, ada beberapa anak yang memiliki gangguan sulit tidur. Banyak faktor yang menyebabkannya, mulai dari karena sakit, terlambat tidur, terlalu lelah hingga mimpi buruk. Jika sudah demikian banyak orang tua yang merasa khawatir. Sabar dan telaten adalah kunci utama bagi para orang tua dalam mengatasi anak yang sulit tidur.

Pada dasarnya setiap anak memiliki perbedaan individual dalam pola dan proses tidur. Ada yang mudah tidur dan dapat tidur dengan panjang, ada yang sebentar-sebentar terbangun dan gelisah, serta ada pula yang butuh distimulasi berlebihan agar bisa tertidur. Kebiasaan ini ternyata bisa terjadi karena faktor keturunan dari orang tua. Ada baiknya jika Anda menanyakannya kepada orang tua ataupun mertua, mengenai pola tidur Anda beserta suami ketika kecil. Jika memang terdapat kesamaan pola tidur maka tidak ada salahnya Anda menanyakan tips dan cara menidurkan anak, siapa tahu bisa diterapkan kepada anak Anda dan berhasil.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengatasi anak yang sulit tidur :

Ilustrasi Waktu Tidur goodnightsleepcoaching

Ilustrasi Waktu Tidur goodnightsleepcoaching

Ajarkan anak perbedaan pagi, siang dan malam

Mengajari si kecil mengenai perbedaan waktu akan sangat berguna untuknya dalam mengatur kegiatan. Ketika bangun pagi, bukalah jendela kamar lebar-lebar, biarkan udara pagi dan sinar matahi masuk ke dalam ruangan. Kemudian pada siang hari ajaklah ia bermain secara aktif, dan tidur siang pada saat yang tepat. Jangan biarkan si kecil tidur siang terlambat hingga sore hari, bisa jadi malamnya susah diajak tidur. Ketika malam hari tiba berilah pengertian jika malam adalah waktunya untuk tidur dan beristirahat. Matikan lampu, jauhkan dari segala barang elektronik seperti gadget, tv ataupun game dan usahakan jangan banyak mengobrol dengannya.

Tentukan jam tidur secara konsisten

Ajarkan si kecil untuk tidur pada jam yang sama setiap harinya. Lama kelamaan ia akan segera mengantuk menjelang jam tidur yang sudah dibiasakan itu. Lakukan hal yang sama dengan jam bangun tidur ketika pagi dan siang hari. Jika aktifitas ini dilakukan dengan rutin maka si kecil dapat tidur secara teratur.

Pastikan badan si kecil bersih dan nyaman

Biasakan si kecil sebelum tidur untuk mencuci kaki, tangan, dan buang air kecil. Setelah itu gantilah pakaiannya dengan pakaian tidur yang nyaman. Bukan tubuh saja yang harus bersih tapi juga tempat tidur dan kamarnya agar tercipta suasana yang nyaman dan homy. Jangan lupa, atur pula suhu ruangan di mana ia tidur. Jika terlalu panas nyalakan kipas angin atau AC untuk menjaga suhu ruangan tetap sejuk. Dan sebaliknya jika dingin, berikan ia selimut yang hangat.

Ritual Menjelang Tidur Anak sleepoutfitters

Ritual Menjelang Tidur Anak sleepoutfitters

Ciptakan ritual tidur

Melakukan sesuatu hal sebelum tidur ini dapat dijadikan ritual menjelang tidur. Jika aktifitas ini dilakukan secara rutin menjelang tidur secara tidak langsung akan mengirimkan sinyal kepada si kecil jika ini adalah waktunya untuk tidur. Beberapa ritual tidur yang dapat dilakukan adalah bercakap-cakap di dalam kamar tidur, bernyanyi, berdoa, membacakannya dongeng atau buku cerita, menyelimutinya, memeluknya dan menidurkannya.

Pura-pura mengantuk dan tertidur di samping si kecil

Berpura-pura tertidur di sampingnya, akan membuat si kecil lama kelamaan ikut tertidur juga. Cara ini sering dilakukan para orang tua dalam menidurkan sang buah hatinya.

Keajaiban Drama Untuk Kesehatan Mental

Cara Seru Mengembangkan Kecerdasan Majemuk

Manfaat Permainan Catur untuk Alzheimer

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber : parenting

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment