Tanda dan Cara Menghitung Masa Subur pada Wanita

Wanita

Wanita pixabay

Menghitung masa subur wanita merupakan salah satu cara yang banyak dilakukan banyak pasangan yang sedang mengikuti program kehamilan. Masa subur erat kaitannya dengan istilah evolusi, sebuah sebutan saat sel telur matang dan siap dilepaskan dari ovarium ke rahim. Masa subur seorang wanita berada diantara masa ovulasi ini. Kenali lebih lanjut yuk!

Masa subur penting bagi pasangan yang mengidamkan keturunan tidak lain karena potensi terjadi pembuahan akan terjadi jauh lebih tinggi daripada hari lainnya. Karena itulah penting bagi pasangan untuk mengetahui masa subur pasangan wanita. Secara umum, siklus masa subur seorang wanita jatuh sekitar hari ke-12 hingga 16 sebelum hari pertama menstruasi.

Masa subur pada wanita juga dikenali dengan beberapa tanda seperti meningkatnya gairah seks selama beberapa hari. Munculnya hal ini merupakan sinyal alami yang dialami wanita saat tubuh siap untuk bereproduksi. Selain itu, di masa ovulasi ini pada vagina akan terdapat sedikit cairan transparan yang lengket. Cairan yang teksturnya mirip putih telur ini akan membantu memudahkan sperma bergerak di dalam rahim.

Selanjutnya, sel telur yang telah matang ini harus dibuahi dalam waktu 12 hingga 24 jam. Terkait hal ini, sel sperma sendiri bisa bertahan hidup hingga 72 jam sebelum mencapai sel telur. Nah, saat masa subur sedang berlangsung, ada pula sebagian wanita yang mengalami nyeri payudara. Meski nyeri payudara bisa disebabkan oleh banyak faktor, namun jika terjadi setelah siklus haid berakhir, maka bisa jadi gejala nyeri ini merupakan tanda datangnya masa subur pada wanita.

Wanita

Wanita pixabay

Tidak hanya itu, sebagian wanita jugamengalami sensasi Mittelschmerz saat memasuki masa subur. Sensasi ini ditandai dengan sakitnya perut di bagian bawah kiri atau kanan. Nyeri ini dapat berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam saja. Ada pula yang menemukan bercak cokleat hasil dari proses ovulasi. Menariknya, wanita yang berada pada masa subur umumnya memiliki indera penciuman yang lebih sensitif. Bagaimana dnegan pengalaman Anda?

Baca juga:

Tips Menjaga Keamanan Asupan Makanan pada Ibu Hamil

Bahan Kimia Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Konstipasi Pada Ibu Hamil

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: tabloidnova.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment