Perbedaan dan Keunggulan Smoothie dan Jus

Jus

Jus pixabay

Smoothie ataupun jus pasti bukan menjadi hal yang asing lagi. Kedua jenis minuman ini kerap dikonsumsi bagi mereka yang sedang menjalankan diet. Selain mudah dibuat, keduanya dapat menjadi alternatif termudah untuk mnegkonsumsi ataupun meningkatkan konsumsi buah dan sayur. Meski terlihat sama, smoothie berbeda dengan jus lho!

Seperti yang telah banyak diketahui, jus merupakan jenis minuman yang terbuat dari ekstrak buah, sayur ataupun campuran keduanya. Jadi dalam segelas jus Anda hanya menikmati ekstraknya saja. Tidak termasuk kulit dan daging buah atau ampasnya. Jauh berbeda dengan smoothie. Dalam segelas smootie Anda masih dapat memakan daging buah atau ampasnya. Benefitnya, mengkonsumsi smoothie akan menawarkan rasa kenyang yang lebih tahan lama.

Smoothie

Smoothie pixabay

Meski demikian, karena hanya diambil ekstraknya saja, segelas jus memerlukan bahan yang lebih banyak. Dengan demikian, dalam jumlah yang sama, satu gelas jus menawarkan nilai gizi yang lebih besar daripada smoothie. Ini berlaku pada pure smoothie atau jus ya! Bukan pada jus ataupun smoothie yang kaya akan tambahan air putih. Pada akhirnya pilihan terakhir tetap ada di tangan Anda. Anda tetap dapat menambahkan air sesuai selera pada jus ataupun smoothie buatan Anda.

Meski menawarkan beragam benefit yang menarik dan cenderung menyehatkan, namun hindari perangkap gula saat mengkonsumsi jus atau smoothie favorit ya! Sejatinya dalam beragam buah yang biasa dijadikan bahan jus memang telah mengandung gula alami. Namun kebanyakan orang tetap menambahkan gula baik sebagai pemanis atau penyeimbang rasa asam yang ada pada jus. Saat membuat jus strawberry atau anggur misalnya.

Sayangnya, jika jumlah gula yang dikonsumsi dalam sekali waktu terlalu banyak, dapat menyebabkan lonjakan peningkatan kadar gula yang besar. Tidak terkecuali pada smoothie atau jus buatan Anda. Padahal WHO telah mengumumkan batasan konsumsi gula harian sebesar 10% dari jumlah rerata kebutuhan kalori harian seseorang. Umumnya peningkatan kadar gula yang cepat juga diiringi dengan penurunan kadar gula yang terjadi dalam waktu yang cukup singkat pula. Jika hal ini terjadi, tentu rasa lapar tidak dapat dihindari lagi. Akibatnya, untuk kembali menyeimbangkan kadar gula darah, Anda memerlukan asupan karbohidrat dalam jumlah yang tidak sedikit.

Smoothie

Smoothie pixabay

Untuk mengatasi hal ini, selain membatasi pemberian gula, pilihlah buah yang mengandung kadar glikemik rendah seperti blueberry, stroberi, atau apel. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan sayuran seperti bayam, kangkung ataupun ketimun. Berapa persentasenya? Itu terserah Anda! Selamat mencoba!

Baca juga:

Menelisik Manfaat dan Resiko Minum Jus untuk Kesehatan

Cara Memasak Makanan Tanpa Merusak Gizinya

3 Makanan Terbaik yang Cocok Dikonsumsi Setelah Olahraga

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.shape.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment