Pengaruh Obat Penurun Kolesterol pada Perilaku Agresif

Obat penurun kolesterol dapat mempengaruhi perilaku agresif seseorang. Obat ini dapat meningkatkan dan menurunkan iritabilitas dan kecenderungan melakukan kekerasan karena tingkat agresifitas seseorang. Demikianlah hasil uji klinis terbaru.

sedia obat

sedia obat noormuslima

Dalam uji klinis itu menunjukkan pria yang menggunakan obat penurun kolesterol menjadi kurang agresif, sedangkan wanita yang menggunakan obat penurun kolesterol cenderung menjadi lebih agresif. Demikian temuan yang disiarkan melalui jurnal PloS ONE pada 1 Juli 2015.

Dalam jurnal, pemimpin penulis dalam program penelitian, Dr. Beatrice Golomb, yang juga berperan sebagai peneliti utama dari University of California, San Diego School of Medicine, menyatakan, “Jika seseorang mengalami perubahan perilaku setelah mengonsumsi suatu obat tertentu, dalam pandangan saya hal itu bisa dianggap sebagai adanya suatu kemungkinan obat tersebut memberikan pengaruh.”

Robert Geffner, pendiri presiden Institut on Violence, Abuse & Trauma at Alliant International University di San Diego, mengatakan “Setelah saya membaca hasil studi analitik mereka, sepertinya dosis obat masih tergolong rendah meskipun sudah bisa mempengaruhi agresifitas seseorang.” Geffner adalah seorang profesor bidang psikologi di Alliant Internationla Univesity. Dia juga menambahkan, “Temuan itu menarik, meskipun belum yakin dengan dampaknya.”

Baca juga : Tips Menjaga Kolesterol Tubuh Agar Tetap Stabil

Ada 1.000 pria dewasa dan wanita pascamenopause yang terpilih secara acak yang terlibat dalam penelitian itu. Studi analitik ini bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara kadar kolesterol dan obat yang diambil dengan perilaku seseorang. Adakah hal itu terkait dengan tingkat kematian akibat kekerasan dan bunuh diri.

ilustrasi agresif

ilustrasi agresif fail.mk

Selama penelitian, para peneliti mencatat, obat penurun kolesterol lebih cenderung dapat mengubah tingkat serotonin seseorang. Kondisi ini membuat pasein mengalami gangguan tidur dan perilaku agresifnya menjadi meningkat. Di samping itu, obat penurun kolesterol yang dipergunakan oleh pria akan mengurangi produksi testosteron dan juga menurunkan agresifitas. Namun, gangguan tidur tetap tak bisa dihindari. Dari kondisi ini, peneliti membuat hipotesa bahwa kondisi kolesterol dan obat yang diambilnya dapat mengubah perilaku seseorang. Bisa jadia, pasien bisa dengan mudah melakukan kekerasan.

Di akhir penelitian, Geffner, menyatakan dia masih tidak dapat memberikan jawaban secara pasti hubungan antara obat penurun kolesterol, agresifitas, dan tingkat kejahatan karena perilaku seseorang. Sebab, ada hormon dan kondisi otak yang memainkan peran tersebut. Jika membicarakan soal efek, para dokter pun sepakat hal ini masih perlu diverifikasi dengan studi lebih lanjut.

Bila Anda memiliki kolesterol dalam jumlah tinggi ada baiknya mengambil langkah pengobatan alami daripada mengambil obat kimia. Resiko di atas patut dipertimbangkan bukan?

Baca juga informasi sehat lainnya tentang kolesterol seperti:

7 faktor penyebab kolesterol tinggi

Cara mudah meningkatkan metabolisme tubuh Anda

Minuman yang takkan menggagalkan diet Anda

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: health.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment