Oww! Patokan Olahraga Bukan Keringat Lho!

www.tribunnews.com

www.tribunnews.com

Mungkin Anda juga pernah dilempar pertanyaan “Olahraga kok nggak keringatan?”. Atau mungkin juga pernah dilempar pernyataan “Kalau olahraga nggak keringatan nggak ada manfaatnya!” Bagaimana reaksi Anda?  Padahal ternyata patokan olahraga bukan soal keringat lho! Simak informasi menarik berikut ini!

Kadang persepsi kuat yang ada di benak masyarakat memang tidak sepenuhnya benar. Salah satunya adalah persepsi mengenai olahraga itu sendiri. Kalau olahraga ya harus berkeringat. Padahal patokan berat ringannya suatu aktivitas seperti olahraga bukan diukur dari banyak sedikitnya keringat yang dihasilkan melainkan dari intensitas aktivitas itu sendiri.  Nah intensitas aktivitas ini dapat dinilai, salah satunya dengan cara mengukur denyut nadi atau denyut jantung dengan menggunakan skala persepsi.

Apakah mengukur intensitas olahraga itu penting? Meski terdengar belum familiar, tapi hal inilah yang menjadi faktor utama yang harus diperhatikan. Mengapa demikian? Karena dengan indikator inilah kita dapat terhindar dari olahraga yang terlampau berat bagi tubuh. Karena aapapun yang berlebih efeknya tidak akan maksimal bukan? Begitu pula sebaliknya. Aktivitas olahraga yang terlalu ringan dapat menimbulkan manfaat yang kurang maksimal bagi tubuh Anda.

 polimoli.com

polimoli.com

Pertanyaan selanjutnya pasti adalah rentang intensitas olahraga yang direkomendasikan bukan? Bagi seseorang yang sehat, tidak memiliki gangguan kesehatan atau penyakit khusus, rentang aktivitas yang direkomendasikan berkisar antara 50-85% dari denyut nadi maksimal jantung. Lalu bagaimana cara mengukurnya? Ikuti langkah berikut ini.

  1. Hitung denyut nadi maksimal Anda dengan rumus 220-usia. Misalkan apabila Anda berusia 30 tahun, maka denyut nadi maksimal Anda adalah 220-30=190 kali per menit.
  2. Lalu hitunglah rentang aktivitas antara 50% dan 85%. Mengikuti contoh di atas, apabila usia Anda 30 tahun maka batas bawah denyut nadi Anda adalah 190×50%=95 kali per menit. Sedangkan batas atasnya adalah 190×85%=162 kali per menit. Jadi, rentang target denyut nadi saat berolahraga berada pada skala 95-162 kali per menit.

Anda juga dapat menggunakan tes bicara untuk mengukur rentang intensitas olahraga Anda. Dikatakan dalam rentang intensitas sedang apabila Anda masih dapat mempertahankan pembicaraan atau mengatakan kalimat tanpa terengah-terengah saat berolahraga, akan tetapi sudah tidak dapat bernyanyi. Selain itu mengukur rentang intensitas olahraga juga dapat melalui metode penghitungan denyut nadi. Metode ini dapat dilakukan menggunakan alat bantu berupa monitor denyut jantung atau monitor denyut nadi yang banyak beredar di pasaran ataupun dapat dilakukan secara manual. Selamat berolahraga! Keep healty everybody!

Jangan lewatkan pula artikel menarik lainnya seperti makanan kaya ptrotein bagi vegetarian, tips agar buah yang dikonsumsi tidak hilang nutrisinya serta gaya makanan yang dapat mengusir jerawat.

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: klikdokter.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment