Mengenal Seluk Beluk Penyakit Polio

Ilustrasi Vaksin

Ilustrasi Vaksin blogs.discovermagazine.com

Polio merupakan jenis penyakit menular yang berbahaya. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus poliovirus. Poliovirus merupakan virus RNA kecil yang terdiri dari strain berbeda yang bersigfat sangat menular. Virus ini akan menyerang sistem syaraf sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan dalam hitungan jam. Polio ditularkan melalui mulut dengan perantara makanan ataupun minuman yang terkontaminasi kotoran yang mengandung virus polio.

Polio dapat menyerang segala usia, namun 50% kasus terjadi pada anak berusia 3 hingga 5 tahun. Penyakit polio ditandai dengan munculnya demam, lelah, sakit kepala, mual, kaku di leher dan sakit di tungkai dan lengan. Menariknya, sebagian besar penderita yang terinveksi poliovirus tidak mengalami gejala tertentu sehingga tidak sadar bahwa virus berbahaya ini telah menginfeksi tubuh.

Kondisi yang deminikan dapat memperluas resiko penularan polio. Selain dirtularkan melaui makanan, virus polio juga dapat jeluar melalui kotoran penderita polio. Secara garis besar, polio dikelompokkan menjadi dua jenis yakni polio non paralisis dan polio paralisis. Polio non paralis dapat menyebabkan demam, muntah, sakit perut, lesu, kram otot pada leher an punggung hingga otot terasa lembek jika disentuh.

Berbeda dengan jenis polio yang pertama, polio paralisis dapat menyebabkan penderita mengalami kelumpuhan. Gejala polio paralisis dimulai dari kondisi demam. Lima hingga tujuh hari setelahnya akan muncul gejala lain seperti sakit kepala, kram otot dan punggung, sembelit ataupun sensitif terhadap rasa dan raba. Berdasarkan lokasi infeksinya, polio paralisis dikelompokkan menjadi dua jenis yaitu polio spinal dan bulbar polio.

Selain menyerang saraf tulang belakang, strain poliovirus pada polio spinal akan menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Strain virus ini dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, dimana kelumpuhan yang paling sering terjadi ditemukan pada kaki.

Ilustrasi Vaksin

Ilustrasi Vaksin pixabay

Lebih lanjut lagi, setelah virus menyerang usus maka virus ini akan diserap oleh kapiler darah pada dinding usus yang akan diangkut ke seluruh tubuh. Infeksi yang parah dapat menyebabkan kelumpuhan pada batang tubuh dan otot pada dada dan perut. Jenis polio kedua dikenal dengan nama bulbar polio.

Bulbar polio merupakan jenis polio yang disebabkan karena tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak menjadi ikut terserang. Sekitar 5 hingga 10% penderita polio bulbar akan meninggal ketika otot pernafasan yang tidak bekerja. Kasus kematian umum terjadi setelah terjadi kerusakan pada sadaf otak yang bertugas mengirim perintah bernafas pada paru-paru.

Baca juga:

Tips Mengenali Alergi Susu Sapi pada Buah Hati

Tips Menindik Telinga Pada Bayi

Penanggulangan Batuk Rejan, Batuk 100 Hari yang Mematikan

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.tanyadok.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment