Mencicipi Raw Food, Makanan Sehat di Ubud, Bali

| Posted : 15 Nov 2014 | Tips Sehat No comments
dari crunchyhippie.com

dari crunchyhippie.com

Pola makan sehat tengah menjadi gaya hidup masyarakat luas dewasa ini. Hal ini kemungkinan terjadi karena pengaruh globalisasi, dalam proses interaksi antar warga sedunia, mereka berbagi informasi baik buruknya asupan makanan dalam tubuh. Hal ini baik, sebab sosialisasi menyebabkan warga dunia, termasuk Anda menjadi semakin banyak memahami kebutuhan tubuh Anda. Salah satu yang kini sedang populer adalah “Raw Food.” Sebutan itu merujuk pada kebiasaan pangan nabati mentah terutama sayuran. Di Bali, segala yang terkait dengan “Raw Food” kian diminati.

Sayuran mentah telah terbukti banyak memberi manfaat bagi kesehatan manusia terutama karena senyawa enzimnya yang masih hidup. Berbagai makanan diracik memberi perspektif luas tentang makanan mentah, tak sebatas lalapan. Sebab manfaat yang diperoleh dengan memakan sayur mentah masih tetap terbaik. Tekankan prinsip “listen to your body, yaitu peka terhadap kebutuhan tubuh sendiri.

dari www.guidetrip.com

dari www.guidetrip.com

Singgah di Ubud selama Anda jalan-jalan di Bali adalah pilihan yang tepat. Di sana, boleh dibilang sebagai surganya makanan mentah. Di pusat Ubud Anda akan dengan mudah menemui restoran yang menyediakan makanan mentah dan penyedia aneka kebutuhan makanan sehat baik lokal maupun impor yang lebih beragam.

Untuk restoran, silahkan saja mampir ke The Seeds of Life, Alchemy, Down to Earth, Clear Cafe, Soma, Taksu, Living Food Lab Hubud, Living Food Lab Green School, Yellow Flower Cafe, Juiice Ja Cafe, Secret Garden Cafe, Bali Buda Ubud, The Elephant, hingga Fine Dining seperti Fivelements.

Di The Seeds of Life dan Fivelements, Anda akan dibuat terkagum-kagum dengan berbagai pilihan olahan makanan mentah selayaknya masakan matang yang kaya akan cita rasa. Mulai dari spagetti dengan pasta yang berasal dari zucchini, lasagna dari sisa jus akar bit dan wortel, hingga “nasi” kari dari parutan bengkuang. Ada juga aneka kue basah, seperti tiramisu, truffle dan tart, yang semuanya terbuat dari bahan pangan nabati mentah. Paling banter, hidangan itu dihidangkan dari bahan makanan yang sudah dihilangkan kadar airnya dengan alat dehidrator bersuhu maksimal 48 derajat celcius. Sekalipun serba nabati, semua hidangan tidak menyertakan pangan berpati nasi dan beras-berasan yang cenderung memiliki indeks glikemik tinggi sehingga dapat menyebabkan ‘ledakan’ insulin di tubuh. Indeks glikemik menunjukkan tingkat pengaruh pangan terhadap kadar gula darah.

Kalau Anda berminat untuk mengolah sendiri makanan mentah Anda selama di Bali, Anda bisa belanja bahan makanan mentah yang Anda inginkan di Ubud Farmer’s Market di jalan Pengosekan. Saat memasuki tempat itu, jangan heran bila pengunjungnya di dominasi oleh turis asing. Hal itu mungkin terjadi karena turis asing itu sudah sangat memahami kebutuhan tubuhnya. Bagi Anda yang ingin mencoba langsung saja ya datang ke Ubud atau beli bahan-bahan mentahnya di Ubud Farmer’s Market.

Selamat beraktifitas!

Artikel terkait

Manfaat brokoli untuk kesehatan

Buah dan sayuran yang membuat Anda bergairah

Air bilasan beras untuk perawatan tubuh

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: Kompas.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment