Lebih Aman Mana Antara Jalan kaki atau Lari?

| Posted : 30 Sep 2015 | Berita Sehat, Tips Sehat No comments
Ilustrasi Jalan Kaki

Ilustrasi Jalan Kaki pixabay

Jalan kaki dan jogging merupakan salah satu jenis olahraga yang cukup digemari masyarakat. Selain mudah dan tidak memerlukan biaya yang mahal, kedua olahraga ini termasuk jenis olahraga ringan. Bagi mereka yang enggan melakukan olahraga berat, sekedar jalan-jalan di area sekitar area kantor ataupun  taman kota terdekat bisa menjadi alternatif penyeimbang di tengah kesibukan sehari-hari.

Meski terkesan sepele, namun jalan kaki ternyata bisa menjadi mencegah terjadinya akumulasi kolesterol dalam tubuh. Selain membantu mengurangi timbunan lemak pada tubuh dan mengurangi resio degeneratif akibat bertambahnya usia, berjalan juga dapat memperkuat otot dan tulang lho! Ini tidak lain karena gerakan berjalan memerlukan kerja lebih dari 600 otot dan 200 tulang.

Jika dibandingkan dengan berlari, beberapa pakar menyatakan bahwa jalan kaki lebih aman. Apalagi jika sesorag yang akan berolahraga tersebut mengalami masalah kesehatan tertentu. Alasannya pun cukup beragam. Salah satunya karena jalan kaki dinilai lebih aman bagi otot. Alasannya pun cukup sederhana. Jika asupan karbohidrat saat berlari tidak memadai maka hal ini dapat mengakibatkan katabolisme otot atau penyusutan otot. Biasanya kejadian ini terjadi pada lari jarak jauh seperti marathon.

Selain itu jika dibandingkan dengan berlari, jalan kaki dinilai sebagai olahraga paling aman, apalagi bagi orang dengan jantung lemah. Menariknya lagi, jalan kaki juga menawarkan manfaat yang sama besarnya seperti ketika sedang berlari. Seperti melancarkan peredaran darah, menurunkan kolesterol dan mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah.

Jalan Kaki

Jalan Kaki pixabay

Jalan kaki juga merupakan olahraga yang lebih bersahabat bagi persendian. Dibandingkan dengan olahraga lainnya, jalan kaki lebih minum benturan. Berlari dapat memberikan tekanan yang lebih berat pada pergelangan kaki, olutut, pinggang ataupun persendian lain. Karena inilah berlari memiliki resiko tersendiri utamanya bagi mereka yang mengalami osteoporosis dan osteoarthritis.

Jika Anda juga menyukai jalan kaki, jangan lupa untuk menggunakan alas kaki yang sesuai. Selanjutnya posisikan leher pada posisi netral, tidak menunduk ataupun menengadah dengan pandangan mata lurus ke depan agar tidak mengalami nyeri leher. Saat berjalan, mulailah berjalan dengan mendaratkan tumit terlebih dahulu. Oiya, meski jalan kaki lebih aman dari jogging, namun tidak berarti jogging tidak boleh dilakukan. Intinya kegiatan olahraga yang dipilih wajib disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan fisik Anda.

Baca juga:

Manfaat Menarik Jalan Kaki

Baikkah Membeli Ukuran Sepatu Lebih Besar dari Ukuran Kaki Anda?

Agar Sepatu Baru Nyaman Dipakai

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: duniafitnes.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment