Klasifikasi Selulit pada Kulit

Ilustrasi Selulit

Ilustrasi Selulit cellulitewhisperer

Selulit merupakan salah satu hal yang ditakuti kaum hawa. Bagaimana tidak, keberadaan selulit dimanapun berada dapat memperburuk penampilan Anda. Selulit merupakan suatu kondisi kulit dengan timbunan lemak sehingga menimbulkan terktur kulit yang lebih keras dibandingkan biasanya. Dalam dunia medis, selulit  juga dikenal dengan istilah adiposis edematosa. Sedangkan orang awam menyebutnya dengan orange peel syndrome ataupun cottage cheese skin. Di Indonesia, selulit dikenal luas dengan sebutan “kulit jeruk”.

Selulit dapat terjadi pada beberapa bagian tubuh seperti pada betis, lengan hingga perut. Sejatinya kondisi selulit pada kulit bisa terjadi baik pada pria maupun wanita. Namun demikian, selulit lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini terjadi karena wanita memiliki jenis lemak atau jaringan ikat tertentu. Bahkan perempuan langsing dengan kondisi fisik yang sangat baik juga masih memiliki kemungkinan terkena selulit. Selulit paling jelas terlihat pada wanita dewasa yang kelebihan berat badan setelah mengalami fase pubertas.

Secara garis besar selulit dibagi dalam tiga grade (tingkatan). Pada grade pertama, selulit tidak memperlihatkan gejala klinis namun jika diperiksa sel menggunakan mikroskop dapat mendeteksi adanya perubahan anatomi pada area tertentu. Pada tingkatan kedua, kulit akan menunjukkan penurunan elastisitas, sedangkan grade 3 selulit menunjukkan tekstur kulit yang terlihat seperti kulit jeruk. Pencitraan dengan menggunakan digital 3-D technologies menunjukkan bahwa selulit disebabkan oleh timbunan lemak yang berada diantara serat kolagen.

Ilustrasi Selulit

Ilustrasi Selulit celluliteburned

Perlu diketahui, selulit dapat disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya adalah faktor hormonal, genetik, gaya hidup hingga pakaian yang dikenakan sehari-hari. Banyak yang percaya bahwa estrogen, insulin, noradrenaline, hormon tiroid serta prolaktin mengambil bagian pada proses terbentuknya selulit. Terkait hal ini, perubahan hormon yang terjadi seperti saat fase kehamilan ataupun menopause juga dapat menyebabkan terjadinya selulit.

Selain itu, faktor genetik dengan karakteristik tertentu seperti jenis kelamin, ras, rendahnya metabolisme, distribusi lemak di bawah kulit serta insufisiensi sikulasi dapat mempengarunhi terjadinya selulit. Orang yang mengkonsumsi lemak, karbohidrat ataupun garam berlebih yang mengkonsumsi sedikit serat memiliki resiko lebih tinggi terkena selulit. Satu lagi, pakaian yang terlalu ketat juga dapat meningkatkan terjadinya selulit lho ladies! Hal ini terjadi karena pakaian ketat dapat membatasi aliran darah. Nah, bagaimana dengan pakaian Anda? Jangan terlalu ketat ya!

Baca juga:

Tiga Mineral Penting untuk Menghilangkan Selulit

5 Fakta Tentang Selulit yang Harus Anda Tahu

Lulur Kopi yang Bisa Menyamarkan Selulit

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Desc: www.medicalnewstoday.com dan www.medicinenet.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment