Kenali Penyebaran Infeksi Mononucleosis Sejak Dini!

Ciuman

Ciuman pixshark

Infeksi mononucleosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh Epstein-Barr virus (EBV). Jenis virus EBV merupakan keluarga dari virus herpes yang ditemukan oleh professor Sir Anthony Epstein and Yvonne M. Barr di Inggris. ┬áVirus ini dinamakan “mononucleosis” karena sifatnya yang erat kaitannya dengan peningkatan limfosit pada aliran darah. Penyakit ini juga dikenal dengan sebutan glandular fever, the kissing disease dan mono. Perlu diketahui bahwasanya masa inkubasi virus ini berjalan cukup lama, mulai dari 4 hingga 6 minggu.

Terdapat beberapa gejala awal yang mungkin timbul dalam tiga hari masa infeksi seperti menggigil, kehilangan nafsu makan atau malaise atau tubuh merasa kekurangan energi. Selanjutnya penyakit ini dapat menimbulkan gejala berupa demam, sakit tenggorokan yang parah dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Sekitar sepertiga penderita mono memiliki lapisan putih pada amandel mereka. Sebagian kecil penderita mononucleosis juga dapat mengalami ruam yang terlihat seperti orang yang terkena penyakit campak.

Infeksi mononucleosis paling umum menyerang orang dewasa. Meskipun demikian, EBV juga dapat menular pada anak-anak hingga orang lanjut usia. Selain dapat ditularkan melalui darah, infeksi EBV juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan air liur yang tertukar saat berciuman. Selain itu penyebaran EBV juga dapat disebarkan melalui batuk atau bersin dari penderita infeksi mononucleosis. Berbagi makanan ataupun minuman dengan orang yang terinfeksi EBV juga merupakan salah satu penyebaran mononucleosis.

Ciuman

Ciuman abcnews.go

Karena penyakit ini menyebabkan peningkatan jumlah limfosit, maka gejala peningkatannya pun dapat terlihat sejak tahap awal infeksi. Selain terjadi peningkatan jumlah, bisa jadi limfosit juga menunjukkan bentuk yang berbeda ketika diperiksa di bawah mikroskop. Salah satu tes yang dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit ini adalah dengan melakukan tes darah seperti heterophile antibody test dan the monospot test. Tes ini berguna untuk mengukur kadar antibodi dalam darah. Salah satu signal lain infeksi mono juga terlihat dari ketidak normalan fungsi hati. Jika Anda mengalami gejala infeksi EBV segeralah untuk berkonsultasi pada pihak medis yang dipercaya!

Baca juga:

5 Tanda Hubungan Asmara yang Sehat

Cara Benar Mencukur Rambut Kemaluan

Benarkah Tidur Telanjang itu Lebih Sehat?

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.medicinenet.com dan emedicine.medscape.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment