Kenali Lebih Dalam Kondisi Vagina Anda!

Ilustrasi Vagina

Ilustrasi Vagina thelmathinks

Vagina merupakan salah satu organ wanita yang wajib dijaga kebersihannya. Sayangnya masih banyak wanita yang belum memahami bagian organ intim tersebut. Padahal seperti halnya bagian organ tubuh lainnya, vagina juga terdiri dari beberapa bagian seperti vulva (termasuk mulut vagina) dan klitoris. Perlu diketahui bahwa secara alami vulva akan mengeluarkan minyak alami yang berfungsi untuk melindungi kulit dari sekresi dan gesekan yang terjadi setiap hari.

Membersihkan vulva dengan pembersih yang bersifat keras seperti melakukan douching dapat membuat vulva menjadi rentan iritasi.  Lebih buruk lagi, hal ini juga dapat melenyapkan bakteri baik yang menjaga pH yang sehat. Tak hanya itu, membersihkan vulva secara berlebihan juga dapat memberi ruang gerak pada bakteri untuk menginfeksi vagina. Bersihkan vagina seperlunya saja, misalnya dengan air hangat yang dapat dilakukan dengan tangan.

Sebenarnya pewangi, pengawet dan anti gatal pada feminime hygine tidaklah diperlukan. Terlebih lagi bagi yang tidak cocok, komposisi di atas dapat menyebabkan reaksi alergi. Karena lebih tipis dari kulit di bagian tubuh lainnya, kulit vulva menjadi lebih sensitif. Selain itu vulva dan vagina merupakan jaringan yang responsif dengan sensitifitas yang tinggi setelah menopause atau selama berlangsungnya siklus menstruasi.

Seperti halnya bagian kulit lainnya, vulva vagina juga dapat mengalami kondisi yang kering. Hal ini umum terjadi setelah wanita mengalami fase menopause. Meski demikian, kekeringan pada vulva juga dapat terjadi pada wanita yang belum mengalami menopause lho! Jika ingin menggunakan pelembab, konsultasikan terlebih dahulu pada pihak medis yang dipercaya. Untuk mengurangi efek sakit saat mengalami vagina kering Anda dapat menggunakan pelumas berbasis air, silikon atau minyak. Pelumas berbasis minyak dan silikon terasa lebih licin, namun meninggalkan noda. Sementara itu pelumas berbasis air dapat dicuci dengan mudah tetapi sangat mudah mengering dan menjadi lengket.

Ilustrasi Vagina

Ilustrasi Vagina healthtap

Perlu diketahui juga bahwa ada banyak wanita yang alergi terhadap lateks dan spermida, yang keduanya banyak digunakan sebagai bahan pembuatan kondom. Pada wanita yang alergi dengan lateks, penggunaan kondom berbahan lateks dapat menyebabkan gatal ataupun ruam. Jika Anda menduga bahwa Anda mengalami alergi lateks, jika berkeinginan menggunakan kondom pilihlah kondom berbahan nonlateks yang berbahan polyurethane atau polyisoprene. Penggunaan kontrasepsi hormon terutama kontrasepsi progresteron dapat membuat aktivitas seksual menjadi tidak nyaman.

Baca juga:

Masalah Vagina dan Solusinya

Apakah Sex Dapat Mengubah Bentuk dan Ukuran Vagina?

Ragam Olahraga yang Meningkatkan Gairah Sex

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.prevention.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment