Jamaah Haji Dihimbau untuk Mewaspadai Keberadaan Virus MERS-CoV

| Posted : 10 Aug 2016 | Tips Sehat No comments
Ilustrasi Haji

Ilustrasi Haji blog.dawntravels.com

Bagi umat muslim, melakukan ibadah haji di tanah suci merupakan suatu cita-cita tersendiri. Selain harus memiliki dana yang cukup, calon haji juga wajib melengkapi diri dengan berbagai pengetahuan terkait informasi kesehatan selama berada di tanah suci. Pasalnya beberapa penyakit tertentu seperti virus MERS-CoV dapat menular dengan cepat.

MERS-CoV adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan. Sebagian besar orang yang terinfeksi MERS-CoV berkembang menjadi penyakit saluran pernapasan akut. Parahnya sekitar separuh dari jumlah penderita MERS-CoV akhirnya meninggal dunia.

Beberapa gejala yang ditimbulkan penyakit ini antara lain demam, batuk dan sesak nafas. Virus MERS-CoV cukup rentan menyerang seseorang yang berusia di atas 60 tahun. Karena itulah kelompok umur ini disebut dengan jemaah haji resiko tinggi atau risti. Selain usia, sistem kekebalan tubuh yang menurun, menderita penyakit kronis ataupun sering berada di dekat pengidap dapat menjadi faktor resiko penularan penyakit ini.

Menurut data yang ada, dari dari 933 calon jemaah haji asal Kabupaten Sleman, sebanyak 30%nya merupakan jemaah haji resiko tinggi. Untuk mempermudah pengawasan, Kementerian Agama akan memberikan tanda khusus bagi calon jemaah yang masuk dalam kelompok risti.

Unta

Unta pixabay

Terkait hal ini, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Moeloek meminta jemaah haji untuk menjaga kebersihan seperti membiasakan diri untuk cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sesering mungkin, menutup mulut dan hidung pada saat bersin dan batuk serta menggunakan masker ketika flu.

Nila juga mengimbau kepada rumah sakit untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat kepada pasien serta meminta jemaah haji untuk menjauhi unta terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan karena penularan virus MERS diduga terjadi melalui air liur unta. Karena itu Nila juga meminta agar jamaah tidak minum susu mentah unta dulu.

Selain itu, bagi jamaah haji yang menderita penyakit kronik seperti diabetes melitus, penyakit jantung paru kronik atau gangguan ginjal sebaiknya melakukan cek kesehatan sebelum berangkat. Jika saat melakukan ibadah haji mendapati keluhan batuk, demam dan sesak nafas yang memburuk dalam rentang waktu 1 hingga 2 hari, maka harus segera berkonsultasi pada petugas kesehatan.

Baca juga:

Penyakit Menular yang Dapat Mengintai Saat Ibadah Haji

Ciri-Ciri Vaksin Palsu yang Perlu Anda Ketahui

Alasan Penting Orang Dewasa Perlu Vaksin

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.alodokter.com, www.beritasatu.com, health.liputan6.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment