Hindari Menjadi Perokok Pasif!

Bahaya Perokok Pasif

Bahaya Perokok Pasif bgfons

Meski banyak didengungkan, namun di beberapa fasilitas publik bahkan di rumah sekalipun seseorang dapat menjadi perokok pasif. Perokok pasif merupakan sebutan bagi seseorang yang tidak aktif merokok namun menghirup asap rokok. Istri, teman kerja, ibu, anak bahkan bayi sekalipun bisa menjadi seorang perokok pasif. Meski tidak merokok secara aktif, namun perokok pasif dapat mengalami gangguan kesehatan akibat asap rokok yang dihirup. Makin sering seseorang terkena asap rokok, makin tinggi pula resiko gangguan kesehatannya.

Perlu diketahui bahwasanya asap rokok dapat bertahan di udara sekitar dua hingga tiga jam. Sayangnya, asap rokok yang mengandung lebih dari 7000 jenis bahan kimia ini juga mengandung beberapa bahan berbahaya seperti karbon monoksida serta amonia. Ada pula bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker seperti arsenik, nikel, kadmium dan formaldehida. Jika hal ini terhirup secara terus-menerus tentu akan membahayakan kesehatan.Umumnya perokok pasif terbagi dalam beberapa kelompok seperti perokok pasif dewasa, perokok pasif pada ibu hamil dan perokok pasif pada anak.

Perokok pasif pada orang dewasa dapat terjadi di banyak tempat, mulai dari tempat kerja, tempat hangout, warung makan, fasilitas umum seperti di terminal, di dalam alat transportasi publik hingga di sekitar area tempat tinggal. Perokok pasif pada orang dewasa dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker paru-paru sebesar 25%. Selain itu perokok pasif dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke, serangan jantung bahkan gagal jantung.

Wanita hamil yang terpapar asap rokok juga meningkatkan resiko terjadinya komplikasi seperti keguguran, bayi lahir mati dan kelahiran dengan berat bayi di bawah rata-rata. Sedangkan pada anak-anak, menghirup asap rokok dapat lebih beresiko terserang asma, infeksi telinga dan sistem pernafasan seperti pneumia dan bronkitis, pilek, alergi, meningitis dan sindrom kematian bayi mendadak. Selain itu jika dibandingkan dengan anak yang tidak terpapar rokok, anak yang menjadi perokok pasif memiliki kemampuan akademik yang lebih rendah.

Bahaya Perokok Pasif

Bahaya Perokok Pasif huffingtonpost

Parahnya lagi, saat besar nanti anak dengan orangtua perokok cenderung menjadi perokok pula. Hasil ini juga diperkuat dengan sebuah studi di Australia. Studi yang dilakukan melalui survei pada hampir 400 anak dengan leukemia dilakukan untuk mengetahui kebiasaan merokok yang dilakukan orang tua. Menariknya, perilaku ibu yang merokok tidak berdampak pada resiko kanker anak. Sedangkan anak dengan ayah perokok, terutama saat pembuahan memiliki resiko 15% lebih tinggi terkena leukimia. Hiiiii!

Fakta di atas berkaitan dengan kerusakan sperma yang terjadi pada perokok tetap dapat membuahi sel telur. Sayangnya, hal ini dapat menyebabkan penyakit pada calon keturunannya nanti. Bahkan studi ini telah membuktikan bahwa kerusakan DNA dalam sperma yang disebabkan oleh merokok bertanggungjawab meningkatkan resiko kanker pada anak. Bagaimana dengan lingkungan sekitar Anda?

Baca juga:

Pengenalan Kebersihan untuk Anak-anak

Pentingnya Pendidikan Sex Pada Anak

Ladies, Kenali Infeksi TORCH Sedini Mungkin!

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.alodokter.com dan www.ayahbunda.co.id

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment