Gejala dan Cara Mengatasi Alergi Protein Susu Sapi pada Anak

| Posted : 01 Jun 2015 | Ibu dan Anak, Tips Sehat No comments

Alergi Protein Susu Sapi lactoseintolerance

Alergi Protein Susu Sapi lactoseintolerance

Untuk membantu pertumbuhan anak dengan baik, maka para orang tua dianjurkan memberikan asupan protein yang cukup, salah satunya dapat diperoleh dari susu sapi. Tapi pada kenyataannya tidak semua bayi dan balita dapat menerima protein susu sapi dan berakibat alergi. Kondisi ini tak jarang membuat para orang tua merasa khawatir.

Alergi protein susu sapi bisa terjadi ketika sistem imun bayi menyadari atau mengganggap bahwa kandungan protein pada susu sapi sebagai zat yang berbahaya. Kemudian sistem kekebalan tubuh bayi ini akan melawan protein yang terdapat dalam susu sapi sehingga gejala-gejala reaksi alergi pun akan muncul. Umumnya gejala alergi susu sapi ini dapat dikenali pada anak usia 0 – 6 bulan, dan keluhan dapat muncul pada saat anak berusia 3 hari hingga 1 bulan setelah minum susu.

Sebenarnya gejala yang ditimbulkan pada alergi susu sapi ini hampir sama dengan gejala alergi makanan lainnya, seperti makanan laut. Biasanya alergi akan menyerang daerah kulit, saluran cerna, dan saluran napas. Reaksi akut (jangka pendek) yang sering terjadi adalah gatal-gatal, kemerahan, kering, dan bersisik pada kulit. Sedangkan reaksi kronis (jangka panjang) yang terjadi adalah asma, dermatitis (eksim kulit) dan gangguan saluran cerna seperti muntah, kolik, konstipasi, diare, dan BAB berdarah.

Alergi Protein Susu Sapi lactosesintolerances

Alergi Protein Susu Sapi lactosesintolerances

Apabila bayi Anda mengalami keluhan dan gejala seperti di atas, besar kemungkinan ia mengalami alergi protein susu sapi. Dan jika reaksi yang ditimbulkan mulai mengganggu aktivitas anak maka ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Sedangkan untuk cara mengatasinya, Anda dapat memberikan si kecil ASI, karena di dalam ASI inilah terkandung banyak nutrisi yang berfungsi sebagai sistem imun atau kekebalan tubuh. Dan yang paling penting, ASI ini tidak menimbulkan alergi selama si ibu menghindari atau tidak mengkonsumsi segala makanan berbasis susu seperti keju. Cara selanjutnya dengan menunda pemberian susu sapi sampai anak berusia 6-12 bulan, makanan padat seperti telur hingga usia anak 12-24 bulan, dan kacang atau sea food sampai usia 24-48 bulan.

Cara mengatasi alergi protein susu sapi lainnya adalah dengan memberikan si kecil susu berbasis soya (kedelai) atau susu hipo allergenic, yaitu protein susu sapi dengan protein terpecah menjadi molekul yang lebih kecil melalui proses enzimatik sehingga dapat meminimalkan kemungkinan terjadinya alergi. Biasanya susu ini diberikan jika si ibu tidak dapat memberikan ASI secara maksimal, baik itu dikarenakan tidak keluarnya ASI atau alasan lainnya.

Yang tak kalah pentingnya lagi, jangan berikan si kecil aneka makanan pencetus alergi seperti keju, telur, kacang-kacangan dan ikan laut. Bagi para Ibu yang memiliki anak alergi protein susu sapi jangan berkecil hati, karena pada dasarnya alergi ini dapat hilang seiring bertambahnya usia anak.

Waspada Leptospirosis Saat Musim Hujan Tiba

Pengetahuan Kesehatan yang Wajib Bunda Ketahui

Bahaya Demam Akibat Gigitan Tikus

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber : parenting dan ayahbunda

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment