Dampak Buruk Menggigiti Kuku

Menggigiti Kuku

Menggigiti Kuku milenhealth.info

Tidak selamanya kebiasaan yang disenangi mendatangkan kebaikan bagi yang melakukannya. Terlebih jika kebiasaan yang dilakukan cenderung merugikan atau membuat orang lain merasa tidak nyaman seperti menggeretakkan jemari, merokok atau bahkan menggigiti kuku. Terkait dengan menggigiti kuku, ada fakta mencengangkan terkait aktivitas yang satu ini lho! Penasaran? Intip segera info selengkapnya di sini!

Mungkin Anda pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri tentang aktivitas menggigiti kuku. Ada beberapa kemungkinan seseorang melakukan hal ini. Pertama karena tidak menemukan pemotong kuku saat akan memotong kuku. Kedua, aktivitas ini memang hobi. Menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry menyebutkan bahwa perilaku menggigiti kuku menunjukkan sifat perfeksioniesme para pelakunya.

Selain karena kecemasan yang melanda, perilaku menggigiti kuku yang dilakukan secara berulang menandakan seseorang tidak mampu untuk bersantai dan menyelesaikan tugas dengan ritme kecepatan “normal”. Orang dengan ciri yang demikian termasuk rentan terhadap frustasi, ketidaksabaran serta ketidakpuasan ketika gagal mencapai suatu target. Mereka juga memiliki tingkat kebosanan yang lebih tinggi dibandingkan orang lain. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gen memiliki kemungkinan memerankan peran terhadap kebiasaan ini.

Menggigiti Kuku

Menggigiti Kuku riverinaminddesign

Perlu diketahui pula bahwasanya menggigit kuku juga bisa menjadi gejala dari kondisi psikis seseorang, seperti obsessive compulsive disorder (OCD). Orang yang mencuci tanggannya berkali-kali atau orang yang memeriksa kunci depan berulang juga menunjukkan gejala serupa dengan menggigiti kuku. Oiya, frustasi dan kesepian juga merupakan pemicu tambahan yang dapat menimbulkan kebiasaan ini.

Selain bisa menjadi gejala OCD, anak dengan kebiasaan menggigiti kuku juga dapat menjadi gejala psychiatric disorders seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), oppositional defiant disorder (ODD), separation anxiety disorder ataupun mengompol. Beberapa orang yang memiliki ciri-ciri di atas juga ada yang melampiaskannya dengan merobek bulu mata palsu. Apapun alasannya, menggigiti kuku dapat menyebabkan kerusakan parah pada kuku dan kulit di sekitarmnya sehingga dianggap sebagai bentuk melukai diri sendiri. Bagaimana dengan Anda?

Baca juga:

Kenali Penyebaran Infeksi Mononucleosis Sejak Dini!

Mengenal Douching, Sebuah Cara untuk Membersihkan Bagian Dalam Vagina

Kehidupan Sex Pasca Melahirkan

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.huffingtonpost.com dan www.webmd.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment