Ciri-Ciri Vaksin Palsu yang Perlu Anda Ketahui

Ilustrasi Vaksin

Ilustrasi Vaksin blogs.discovermagazine.com

Beberapa waktu terakhir muncul kabar mengejutkan terkait vaksin palsu yang beredar di Indonesia. Selain ditemukan barang yaitu vaksi palsu, ditemukan pula pabrik sekaligus tersangka pembuat vaksin palsu. Ternyata pembuatan vaksin palsu ini sudah beroperasi sejak tahun 2003 yang lalu.

Ditemukannya kasus ini tentu membawa dampak psikologi bagi para orang tua, utamanya yang melakukan vaksin pada buah hati mereka dalam rentang waktu 10 tahun terakhir. Bagaimana cara membedakan vaksin asli dengan vaksin palsu? Berikut informasi selengkapnya!

Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), dari RS Cipto Mangunkusumo dan pendiri Rumah Vaksin menjelaskan bahwasanya masyarakat perlu mengetahui kalau proses pembuatan vaksin asli melalui proses yang lebih ketat daripada proses pembuatan obat sehingga memiliki kemasan khusus. Kemasan inilah yang dapat digunakan untuk membedakan vaksin asli dengan vaksin palsu.

Kita dapat mencurigai keaslian vaksin alau kemasannya tidak rapi, agak belepotan, tutupnya beda atau ketika nomor batch nya tidak terbaca dengan jelas. Perhatikan pula tanggal kadaluarsa vaksin yang akan digunakan. Untuk vaksin yang dibuat Biofarma misalnya. Vaksin buatan BUMN terkemuka tersebut memiliki label vaccine vial monitor (VCC) yang susah dibuat. Belum lagi label tersebut bisa berubah warna jika terkena panas. Vaksin yang asluiada label indikator tersebut, sedangkan pada vaksin palsu belum tentu ada.

Dalam kasus ini, tidak ada pemalsuan vaksin Bio Farma. Pengakuan pelaku yang tertangkap, jenis vaksin yang dipalsukan adalah vaksin Engerix-B (vaksin untuk Hepatitis B) untuk anak dan dewasa, vaksin Havrix 720 (vaksin Hepatitis A), dan vaksin Pediacel, yaitu vaksin kombinasi untuk Pertusis, Difteri, Tetanus, Hib dan IPV. Menurut Dirga Sakti Rambe, Vaksinolog lulusan University of Siena, Italy, vaksin palsu akan berdampak pada infeksi ringan, sedang, dan berat.

Vaksin

Vaksin www.allencountyhealth.com

Selain dari kemasan, Anda patut mencurigai vaksin palsu jika harga yang ditawarkan jauh lebih rendah daripada harga vaksin di pasaran. Selain itu, ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan yaitu reaksi yang ditimbulkan usai melakukan imunisasi. Umumnya akan ada gejala atau reaksi tertentu pada usai dilakukannya imunisasi. Reaksi ini tergantung pada jenis vaksin yang dilakukan.

Baca juga:

Pentingnya Ibu Mengetahui Pekan Imunisasi Nasional Polio

Mengenal Seluk Beluk Penyakit Polio

Penanggulangan Batuk Rejan, Batuk 100 Hari yang Mematikan

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: health.detik.com, news.detik.com, m.tempo.co

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment