Bahaya Tidur Setelah Sahur

Tidur Setelah Makan

Tidur Setelah Makan howitworksdaily

Bulan Ramadhan memiliki berbagai keunikan yang khas, termasuk pada pola aktivitasnya. Terkait dengan puasa, ada sebuah aktivitas yang umum dilakukan di pagi hari. Sahur namanya. Tidak seperti makan pagi biasa yang dilakukan sekitar pukul 06.00 atau 07.00 pagi, sahur dilakukan sebelum subuh. Bagi anak kos yang tidak memasak, tentu wajib berburu makanan di warung makan terdekat.

Setiap harinya, orang melaksanakan sahur untuk bekal energi selama seharian berpuasa. Terkait beragam aktivitas selama bulan Ramadhan, ada sebagian orang yang merasa kekurangan waktu tidur. Pasalnya di malam selama Ramadhan umumnya akan melakukan sholat taraweh serta amalan lain seperti mengaji dan tadarus. Bagi sebagian orang yang merasa jam tidurnya masih kurang, ttidur setelah sahur terasa begitu menggoda. Ada pula yang melakukannya karena belum terbiasa beraktivitas sejak dini hari.

Selain memilih menu sahur yang sehat dengan gizi seimbang, sebaiknya Anda tidak melakukan aktivitas tidur setelah sahur. Pernyataan ini bukan merupakan isapan jempol belaka. Kebiasaan tidur setelah sahur ternyata dapat membawa beberapa efek buruk bagi kesehatan. Pertama, kebiasaan tidur setelah sahur dapat mengakibatkan perut menjadi buncit. Seperti yang telah diketahui bersama, saat tidur maka tubuh hanya akan mengeluarkan sedikit energi saja. Karena hemat energi inilah maka secara otomatis lemak akan mudah tertimbun di perut kita. Hiiii!

Kedua, tidur setelah sahur dapat meningkatkan terjadinya refluks. Refluks sebutan kondisi ketika makanan yang belum dicerna itu berbalik arah, dari lambung menuju ke kerongkongan. Kondisi ini dapat terjadi akibat pengaruh gravitasi akibat tidur. Selain tidak nyaman, refluks  juga dapat mengakibatkan maka asam lambung menjadi naik dan melukai kerongkongan. Luka yang terjadi di kerongkongan akan menimbulkan sensasi panas seperti terbakar. Tak hanya itu, refluks juga menyebabkan mulut terasa pahit.

Kadang kondisi refluks juga dapat membuat seseorang merasa mual, mulas hingga ingin muntah. Kondisi ini akan diperparah lagi ketika seseorang mengalami penyakit maag ataupun tukak lambung.Dalam kondisi yang parah, asam lambung yang berbalik arah juga dapat mencapai saluran pernafasan yang dapat menyebabkan peradangan, kerusakan kerongkongan, paru-paru dan kotak suara. Kondisi ini dikenal dengan sebutan gastroesophageal refluks disease (GERD). Perlu diketahui pula bahwasanya GERD bisa menyebabkan berbagai komplikasi mulai dari kanker kerongkongan hingga kematian.

Tidur Setelah Makan

Tidur Setelah Makan enkivillage

Dalam kondisi normal, isi lambung akan kosong kembali dua jam setelah makan. Karena itulah tidur disarankan dua jam setelah sahur. Kalau waktu sahur dilakukan pada pukul 03.30 pagi, maka menurut kesehatan, waktu tidur sebaiknya dilakukan pukul 05.30 pagi. Bagi yang masuk kerja pukul 07.00 tentu tidur setelah sahur sudah tidak dapat dilakukan lagi. Satu fakta yang perlu Anda tahu terkait tidur setelah makan sahur. Ternyata kondisi berbaring maka proses pengosongan lambung akan terhambat. Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan, seperti diare ataupun sembelit. Bergantung pada makanan yang dikonsumsi. Selamat berpuasa!

Baca juga:

Plus Minus Mengkonsumsi Makanan Pedas  di Bulan Puasa

Tips Memilih Menu yang Tepat untuk Berbuka Puasa

Waktu Terbaik untuk Olahraga Saat Berpuasa

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.tribunnews.com dan www.cnnindonesia.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment