Bahaya Gas CO yang Mematikan

Ilustrasi Gas CO

Ilustrasi Gas CO ipcblog.org

Kematian akibat gas monoksida atau yang dikenal dengan nama gas CO pernah menghebohkan pemberitaan di media massa. Salah satu yang kerap terjadi adalah kematian di dalam mobil dengan kondisi korban meninggal dunia terlihat seperti orang yang sedang tidur. Mulai penasaran? Berikut informasi selengkapnya!

Menariknya gas CO ini merupakan jenis gas tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengiritasi namun bersifat mudah terbakar dan sangat beracun. Karena bersifat mematikan, gas CO dijuluki sebagai silent killer. Gas tersebut dapat terjadi akibat hasil pembakaran tidak sempurna dari kendaraan bermotor, alat pemanas dan lemari es berbahan bakar gas dan juga cerobong asap. Meski demikian, sumber utama keberadaan gas ini berupa residu pembakaran mesin. Pada kawasan yang mengalami kemacetan berpotensi cukup tinggi padakasus keracunan.

Jika terhirup manusia maka gas CO akan menggantikan posisi oksigen sehingga sehingga gas CO dapat mengalir ke jantung, otak dan organ vital tubuh. Belum lagi di dalam tubuh gas oksigen akan berikatan dengan haemoglobin. Karena digantikan oleh gas CO maka ikatan dengan haemoglobin dapat berubah membentuk karboksihaemoglobin.

Fatalnya kekuatan ikatan karboksihaemoglobin 200-300 kali lebih kuat dibandingkan dengan ikatan oksigen dan haemoglobin. Dengan demikian kadar oksigen di dalam darah akan berkurang. Padahal peran oksigen pada tubuh terbilang sangat vital. Pada titik tertentu, hal ini dapat menyebabkan kematian. Perlu diketahui bahwa TLV gas CO adalah 35 ppm saja. TLV gas CO merupakan konsentrasi CO dalam udara yang dianggap aman pada inhalasi selama 8 jam setiap hari dan 5 hari setiap minggunya.

Contoh Sumber Gas Co

Contoh Sumber Gas Co www.healthtap.com

Bahaya utama gas CO pada kesehatan adalah terjadinya gangguan darah. Keracunan gas CO ditandai dnegan terjadinya gejala sakit kepala, mual, muntah, rasa lelah, berkeringat banyak, pernafasan meningkat, gangguan penglihatan, hipotensi, kebingungan hingga kehilangan kesadaran dan nyeri di dada. Pertolongan pertama pada korban dapat dilakukan dengan segera membawa korban ke tempat yang jauh dari sumber Co. Selanjutnya longgarkan pakaian agar mudah bernafas, beri oksigen murni untuk menetralisir ikatan karboksihaemoglobin yang terjadi. Untuk pertolongan lebih lanjut segera bawa ke rumah sakit terdekat.

Petugas kebakaran dan tukang cat yang menggunakan cat metilik klorida merupakan dua profesi yang berpotensi tinggi terkena paparan gas Co. Selain itu perokok dan bayi atau anak dengan masalah kardiovaskuler juga berpotensi sama. Untuk meminimalisir timbulnya gas Co Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini. Memeriksa sistem AC mobil sehingga meminimalisir terjadinya kebocoran AC. Hindari pula menyalakan mobil di dalam garasi yang tertutup. Periksa pula pemanas air Anda untuk memastikan bukaannya sempurna dan salurannya tidak bocor.

Baca juga:

Kiat Mencegah Mabuk Saat Liburan

Plus Minus Make Up Organik

Cara Tepat Menanggulangi Sensasi Pedas di Mulut

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www2.pom.go.id dan www.tanyadok.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment