Alasan Mengapa Radikal Bebas Harus Ditangkal

Ilustrasi Radikal Bebas

Ilustrasi Radikal Bebas pixabay

Kini radikal bebas bukan menjadi hal asing lagi, bahkan untuk orang awam sekalipun. Masalah terkait radikal bebas kerap menjadi bahan iklan berbagai produk yang ditawarkan di banyak media, termasuk di aneka media televisi nasional. Namun tahukah Anda apa makna sejati dan fungsi dari radikal bebas itu sendiri? Berikut info selengkapnya!

Radikal bebas merupakan molekul atau atom yang minimal terdiri dari satu atom yang tidak berpasangan sehingga menjadi sangat reaktif terhadap atom lainnya. Sejatinya radikal bebas dihasilkan dari metabolisme normal tubuh seperti saat terjadinya metabolisme gula untuk diubah menjadi energi. Selain itu radikal bebas dapat berasal dari luar seperti paparan sinar matahari, konsumsi alkohol, konsumsi rokok, polusi udara dan juga kondisi stres.

Dalam kadar dibutuhkan, radikal bebas memiliki manfaat bagi tubuh seperti pematangan struktur sel dan juga merupakan bagian dari sistem imun tubuh untuk menghancurkan kuman yang masuk ke tubuh. Namun ketika jumlah radikal bebas berada jauh di atas kebutuhan dan tubuh gagal menetralkannya maka radikal bebas dapat berubah menjadi masalah. Lebih lanjut, radikal bebas akan berakumulasi di dalam tubuh sehingga memicu fenomena setres oksidatif.

Parahnya, stres okdidatif dapat nerusak berbagai struktur seluler seperti DNA, protein dan membran sel. Sesuai dengan namanya, struktur tersebut akan mengalami proses oksidasi dan menjadi rusak. Masih bingung dengan proses oksidasi? Proses tersebut dapat dilihat pada besi yang mengalami perkaratan atau buah potong yang berubah warna menjadi cokelat ketika dibiarkan di udara bebas.

Dalam tubuh sendiri, stres oksidatif akan memicu peradangan seluler yang berperan penting dalam proses penuaan kulit. Selain pada kulit, stres oksidatif juga menjadi pemicu utama timbulnya penyakit kronik dan degeneratif seperti kanker, katarak, penuaan dini, radang sendi, penyakit jantung dan pembuluh darah serta penyakit saraf.

Salad Buah

Salad Buah pixabay

Sayangnya, tingkat kerusakan sel akibat radikal bebas dapat meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Terkait hai ini, tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk mengatasi masalah tersebut. Anda juga dapat mengatasinya dengan mengkonsumsi antioksidan dalam batas tertentu. Antioksidan merupakan molekul yang dapat berinteraksi sekaligus menstabilkan radikal bebas.

Vitamin A, vitamin C, vitamin E, beta karoten, flavoboidm lycopene, selenium dan asam lemak esensial (omega 3 dan 6) merupakan beberapa contoh antioksidan yang banyak ditemukan di pasaran. Secara alami antioksidan banyak terkandung dalam sayur, buah, kacang merah, ikan laut, biji-bijian, ubi dan teh hijau. Jadi jangan lupa untuk selalu menjaga pola makan harian dengan beragam menu sehat ya!

Baca juga:

Makanan untuk Kesehatan Usus

Makanan yang Diperlukan untuk Membentuk Otot Anda

Aneka Makanan Sehat untuk Kulit Anda

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.klikdokter.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment