Benarkah Semakin Tua Menyebabkan Alat Kelamin Pria Semakin Pendek?

| Posted : 29 Feb 2016 | Sex Sehat No comments
Orang Tua

Orang Tua pixabay

Seperti halnya wanita, seorang pria juga akan mengalami andropause. Saat andropause terjadi, fungsi seksual pria juga akan menurun seiring dengan pertambahan umur. Terkait hal ini, benarkah semakin bertambahnya umur seorang pria akan menyebabkan penis menjadi pendek? Berikut ulasan selengkapnya!

Saat mulai menua maka kadar testosteron seorang laki-laki akan mengalami penurunan. Hal ini dapat berimbas pada sulitnya pria untuk terstimulasi dan juga memerlukan waktu yang lama untuk ereksi maupun orgasme. Selain itu, pertambahan usia juga dapat menurunkan volume air mani dan kualitas sperma. Bahkan menurut penelitian, 40% pria akan mengalami impotensi pada usia 40 tahun dan 70% pria akan mengalami hal serupa di usia 70 tahun.

Selain itu, di usia lanjut seringkali fungsi kandung kemih menjadi terganggu akibat pembesaran prostat ataupun gangguan otot kandung kemih. Dan ternyata usia lanjut juga dapat mempengaruhi penampakan penis lho! Secara keseluruhan ada dua perubahan yang terlihat, yaitu bagian kepala penis dan juga rambut pubis.

Akibat penurunan aliran darah yang dialami saat lanjut usia akan merubah warna keunguan pada bagian kepala penis. Selain itu semakin tua rambut kemaluan pun akan mulai menipis. Hal tersebut terjadi karena menurunnya testosteron. Karena hal inilah pria akan tampak layaknya anak yang belum dewasa, tepatnya saat rambut pubis belum tumbuh.

Selain itu ada fakta menarik lainnya, misalnya saja pertambahan berat badan yang umumnya bertambah seiring berjalannya waktu. Salah satu penumpukan lemak terjadi di bawah perut. Meski terlihat sepele namun hal ini dapat membuat perubahan pada ukuran penis. Lemak yang berada di bawah perut akan membuat ukuran penis tampak berkurang.

Parahnya ada pula kasus dimana pengurangan ukuran penis itu bersifat irreversibel. Selain tidak dapat dikembalikan seperti semula, kasus berkurangnya ukuran penis ini termasuk kondisi yang tidak dapat dicegah. Hal ini dapat terjadi karena adanya penumpukan plak yang terjadi di pembuluh arteri di bagian penis serta penumpukan kolagen tidak elastis pada jaringan penis. Kolagen ini dapat menghambat terjadinya ereksi yang optimal. Terkait hal ini, ternyata tidak hanya penis saja yang dapat mengalami pengecilan ukuran. Buah zakar pun dapat mengalami hal serupa. Misalny asaat berusia 30 tahun buah zakar memiliki diameter 3 cm, di usia 60 bisa jadi hanya berdiameter 2 cm saja.

Orang Tua

Orang Tua pixabay

Beberapa penelitian juga menemukan bahwa penis juga semakin kehilangan sensitifitasnya yang dapat menyulitkan terjadinya ereksi maupun orgasme. Meski demikian, perlu diketahui bahwa kepuasan saat berhubungan seks tidak hanya disebabkan oleh ukuran penis saja. Jika Anda dan pasangan tetap bisa menikmati, pengurangan ukuran penis bukanlah menjadi masalah yang berarti.

Baca juga:

Meningkatkan Gairah Seks Melalui Feng Shui

Tips Meningkatkan Gairah Seks Wanita Tanpa Viagra

Setelah Melahirkan, Kapan Boleh Berhubungan Seksual Lagi?

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.tanyadok.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment