Plus Minus Rontgen yang Harus Diketahui Orang Tua

Batuk

Batuk vaxtruth.org

Saat anak sedang batuk, tidak jarang orang tua merasa kasihan atau bahkan risih. Apalagi jika hal ini terjadi secara berulang. Hal ini erat kaitannya dengan kekhawatiran akan gejala flek yang tidak lain merupakan gejala awam penyakit tuberkolusis atau TBC.

Karena itulah tidak jarang orang tua meminta atau bahkan memaksa dokter untuk melakukan rontgen. Padahal rontgen yang dilakukan secara berulang dapat berdampak kurang baik untuk kesehatan anak. Pada dasarnya rontgen merupakan alat sederhana yang digunakan untuk mendeteksi penyebab batuk itusendiri.

Meski cara pengoperasiannya terbilang tidak menyakitkan, namun perlu diketahui bahwa cara kerja rontgen itu menggunakan radiasi sinar X.  Jika hal ini dilakukan secara berlebihan, maka radiasi sinar X tersebut dapat menyebabkan kerusakan sel tubuh yang sehat. Karena alasan inilah dokter tentu akan mempertimbangkan secara matang jika memberi rujukan untuk rontgen.

Umumnya dokter baru mempertimbangkan dilakukan rontgen jika pasien menderita batuk kronik yang terjadi lebih dari 2 minggu. Selain itu batuk yang dirujuk untuk dirontgen adalah batuk yang memiliki tanda bahaya nafas seperti napas cepat, sesak napas, biru di bibir atau di kuku serta batuk panjang seperti menggonggong.

Batuk

Batuk www.newkidscenter.com

Nantinya hasil rontgen akan dicetak pada sebuah film kemudian akan dianalisis oleh dokter. Sama halnya dengan pemberian resep antibiotik, hendaknya orang tua tidak memaksa dokter untuk melakukan rontgen. Bagaimanapun dokter anak tentu lebih mengetahui berbagai informasi terkait penyakit yang terjadi pada anak.

Baca juga:

Bahaya yang Mengintai Ketika Anak Kecanduan Games di Gadget

Gemes Sih, Tapi Jangan Sembarangan Mencium Bayi, Ini Alasannya !

Resiko Kesehatan Ketika Anak Tidak Makan Siang

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.idai.or.id

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment