Penyebab Tekanan Darah Rendah

| Posted : 02 Nov 2015 | Obat dan Penyakit No comments
Ilustrasi Pemeriksaan Tekanan Darah

Ilustrasi Pemeriksaan Tekanan Darah saltinstitute.org

Dalam dunia medis kini tekanan darah rendah atau yang dikenal dengan istilah hipotensi bukanlah menjadi hal baru lagi. Orang dikatakan memiliki kondisi hipotensi jika memiliki tekanan darah kurang dari 90/60. Terkait hal ini, tekanan darah normal berada pada 120/80. Pada orang sehat dengan tekanan darah rendah namun tidak disertai gejala hipotensi umumnya tidak perlu diobati. Meski demikian, tekanan darah rendah juga dapat menjadi tanda adanya masalah, terutama pada orang tua.

Hal tersebut disebabkan karena kondisi hipotensi dapat menyebabkan kurangnya aliran darah ke jantung, otak dan organ vital lainnya. Hal ini dapat menyebabkan pusing atau kepala terasa ringan. Turunnya tekanan darah secara mendadak paling sering terjadi ketika seseorang bangun dari posisi tengkurap atau duduk ke posisi berdiri. Kondisi ini dikenal dengan sebutan hipotensi postural atau hipotensi ortostatik. Selain itu ada pula jenis tekanan darah lain yang dikenal sebagai neurally meditated hypotension yang terjadi ketika s eseorang berdiri untuk jangka waktu yang lama.

Umumnya resiko tekanan darah rendah ataupun tekanan darah tinggi meningkat seiring dengan pertambahan usia. Selain karena perubahan normal yang terjadi selama penuaan, aliran darah ke otot jantung dan otak akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya hipotensi seperti kehamilan, masalah hormon seperti kurang aktifnya tiroid, diabetes ataupun hipoglikemia. Selain itu pelebaran pembuluh darah, kelelahan akibat panas hingga gagal jantung dan penyakit hati juga dapat menjadi penyebabnya.

Selain beragam faktor di atas, hipotensi juga dapat terjadi usai makan. Hal ini merupakan salah penyebab umum terjadinya pusing dan jatuh setelah makan. Kondisi ini paling umum terjadi setelah makan besar yang mengandung banyak karbohidrat. Kondisi ini ditengarai disebabkan oleh darah yang terkumpul ke dalam oembuluh lambung dan usus. Karena itulah membatasi konsmsi karbohidrat setiap kali makan memang perlu dilakukan.

Ilustrasi Hasil Pemeriksaan

Ilustrasi Hasil Pemeriksaan pixabay

Oiya, terkadang m kondisi hipotensi postural dapat terjadi berulang-ulang. Hal ini dapat disebabkan oleh dehidrasi dan kehilangan elektrolit karena diare, muntah, kehilangan darah berlebih saat haid atau yang lainnya. Sedangkan hipotensi postural karena usia dapat diperburuk dengan kondisi kesehatan tertentu ataupun penggunaan jenis obat tertentu.

Baca juga:

Cara Mengenali Jenis Obat dari Logo pada Kemasannya

Tips Menghindari Obat PalsuGejala Diabetes Tipe 2 yang Mengejutkan

Sebelum Membeli, Kenali Dulu Jenis Obat Batuk Berikut Ini!

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: dokita.co

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment