Mengenal Gejala Infertilitas Pada Pria dan Wanita

| Posted : 30 Jul 2015 | Headline, Obat dan Penyakit No comments
Pasangan

Pasangan vamshare

Infertilitas merupakan kondisi tidak hamil meski telah berhubungan intim tanpa KB selama satu tahun. Kondisi ini kemungkinan dipengaruhi karena adanya masalah terkait kesuburan, baik pada pria ataupun wanita. Namun bagi wanita berusia 35 yahun, infertilitas berarti tidak hamil setelah enam bulan meski melakukan hubungan intim tanpa KB secara teratur. Satu yang perlu diketahui, orang dengan infertilitas tidak selalu mengalami kondisi steril lho!

Steril merupakan kondisi dimana seseorang tidak mampu memiliki keturunan. Meski jumlah pasangan innfertil atau tidak subur mencapai 15% tetapi hanya 1-2% saja yang mengalami kondisi steril. Bahkan setengah dari pasangan infertil yang mencari bantuan untuk mengatasi masalah kesuburan pada akhirnya dapat memiliki keturunan, baik dengan sendirinya ataupun dengan bantuan medis.

Masalah kesuburan pada pasangan dapat dialami baik pada pria ataupun wanita. Namun demikian ada pula yang mengalami kondisi infertil dengan masalah kesuburan yang tidak ditemukan. Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya kondisi infertilitas. Pada pria, penyebab paling umum yang ditemukan adalah jumlah sperma yang rendah, motilitas atau pergerakan sperma yang rendah, malformasi sperta ataupun terhalangnya saluran sperma.

Selain itu penurunan sementara produksi sperma juga dapat menjadi penyebabnya. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal seperti terjadinya luka pada testis, testis terkena panas tinggi dalam waktu yang lama ataupun terpapar bahan kimia ataupun obat yang mempengaruhi produksi sperma. Oiya, minum alkohol dan merokok juga dapat menurunkan jumlah sperma. Perlu diketahui juga bahwasanya pria yang berusia lebih dari 40 tahun juga memiliki kesuburan yang lebih rendah.

Pada wanita, ifertilitas dapat disebabkan karena tidak ovulasi. Kondisi ini menyebabkan tidak terlepasnya sel telur dari ovarium. Keadaan ini dapat disebabkan karena wanita menderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Selain itu kondisi infertilitas juga dapat terjadi akibat adanya masalah di saluran tuba. Saluran yang menghubungkan sel telur dari ovarium dan rahim. Terkadang masalah ini terjadi karena terhalangnya jaringan parut akibat infeksi atau kondisi medis yang disebut dengan endometriosis.

Pasangan

Pasangan lewisnaturalhealth

Namun demikian, tetap ada banyak kemungkinan yang dapat menghentikan sel telur untuk dibuahi dan menempel pada rahim. Salah satunya adalah terdapatnya lendir serviks yag dapat merusak sperma ataupun memperlambat laju sperma. Selain itu kesuburan pada wanita juga  dipengaruhi oleh umur. Kesuburan pada wanita menurun seiring bertambahnya umur, bahkan lebih menurun setelah usia 35 tahun. Berat badan berlebih atau kondisi kurus juga dapat berpengaruh pada kesuburan wanita.

Baca juga:

Ragam Olahraga yang Meningkatkan Gairah Sex

Setelah Melahirkan, Kapan Boleh Berhubungan Seksual Lagi?

Jumlah Normal Air Mani Pria Setelah Melakukan Aktivitas Seksual

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: dokita.co

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment