Mengenal Gejala dan Jenis Cantengen

| Posted : 12 Sep 2015 | Obat dan Penyakit No comments
Cantengen

Cantengen doktoriim.com

Meski terkesan sepele namun cantengen tetaplah merepotkan. Cantengen atau dalam bahasa medisnya paronikia merupakan kondisi infeksi lunak yang terdapat di sekitar kuku. Infeksi tersebut terdapat pada perionikum atau lipatan kulit yang menggantung pada sisi kuku.

Cantengen dapat terjadi akibat terbukannya barrier antara kuku dengan lipatan kuku. Infeksi pada kasus ini dapat dimulai dari tepi lipatan kuku. Jika terjadi trauma pada lipatan ini dapat menjadi jalan masuk kuman ke dalam tubuh. Infeksi pada kasus parokinia dapat meluas hingga ke seluruh batas kulit di skitar kuku. Hal ini dapat terjadi akibat terpisahnya kuku dengan perionikium. Jika dibiarkan begitu saja kondisi ini dapat menyemabkan timbulnya nanah.

Cantengen dapat menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Sayangnya dilihat dari perbandingan kejadiannya, cantengen lebih sering menyerang wanita dengan tingkat perbandingan mencapai 3:1. Selain karena hisapan, kondisi cantengen dapat terjadi karena beberapa hal seperti memotong kuku terlalu pendek, pernah terjadi trauma hingga kebiasaan menggigitu kuku ataupin sering terendam dalam air.

Salah satu keluhan yang sering terjadi akibat cantengen adalah timbulnya rasa nyeri dan kondisi bengkak di sekitar kuku. Kekambuhan yang berulang patut dicurigai terjadi akibat infeksi jamur bahkan suatu keganasan. Seperti penyakit lainnya, penyakit ini dikelompokkan menjadi dua jenis, akut dan kronik.

Paronikia akut memperlihatkan tampak pinggir kuku yang terlihat kemerah-merahan, bengkak serta rasa nyeri yang tampak di pinggir kuku. Pada saat ditekan, kuku dapat mengeluarkan nanah. Parokinia akut biasanya disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Streptococcus. Namun demikian, infeksi campuran berbagai kuman biasanya ditemukan pada penderita diabetes.

Cantengen

Cantengen liputan6.com

Seperti gejala penyakit lainnya, kondisi kronik memperlihatkan hal yang lebih serius. Jika kondisi paronikia berlangsung selama lebih dari 6 minggu perlu dicurigai kondisi ini masuk dalam kategori paronikia akut. Paronikia kronik sering disebabkan oleh jamur Candida albicans. Pada kondisi paronikia kronik gejala seperti kuku cenderung kering, bengkak dan kemerahan tidak begitu terlihat. Selain itu kuku akan tampak menebal, berwarna pucat dan bisa terpisah sehinga akan menampakkan ruang siantara kuku. Pada kelompok ini, bengkak dan kemerahan yang terjadi pada tepian kuku dapat disebabkan oleh penumpukan nanah di bawah kulit.

Baca juga:

Dampak Buruk Menggigiti Kuku

Cara Memotong Kuku yang Benar

Agar Kuku Tetap Sehat

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.pantirapih.or.id

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment