Informasi Penting Seputar Kuret

| Posted : 31 Dec 2015 | Obat dan Penyakit No comments
Konsultasi

Konsultasi inhalemd.com

Kuret bukan merupakan hal baru lagi di Indonesia. Kuret dikenal sebagai  tindakan yang dilakukan untuk membersihkan rahim wanita setelah mengalami keguguran. Namun sebenarnya kuret merupakan nama alat operasi yang berguna untuk mengangkat jaringan pada rahim, sedangkan tindakan kuretnya sendiri dinamakan kuretase.

Tindakan kuretase merupakan tindakan bedah berupa pengerukan pada dinding rahim, tepatnya bagian endometrium. Endometrium merupakan lapisan yang menebal saat terjadi pembuahan. Jika sedang hamil maka endometrium inilah yang akan menjadi bantalan janin. Namun jika tidak mengalami pembuahan, endometrium akan luruh menjadi darah haid.

Perlu diketahui bahwasanya tindakan kuretase dapat dilakukan guna membantu diagnosa dari penyakit rahim seperti perdarahan hebat setelah menopause, kecurigaan akan kanker endometriosis dan infeksi rahim. Selain itu kuret ternyata juga dapat menjadi pilihan terapi, utamanya pada kasus keguguran, menghilangkan polip rahim hingga terjadinya tumor jinak di dalam rahim yang dikenal dengan istilah kehamilan anggur. Jika dibiarkan kondisi hamil anggur dapat menimbulkan kematian akibat perdarahan.

Kuretase juga bisa bermanfaat untuk mengambil sisa jaringan plasenta atau ari-ari yang tertinggal usai persalinan. Tindakan kuretase juga kerap dilakukan untuk membersihkan jaringan janin yang tertinggal usai melahirkan. Tertinggalnya sesuatu, baik itu sisa plasenta atau jaringan janin perlu diambil karena dapat menimbulkan hambatan pada rahim untuk berkontraksi. Jika tidak bisa berkontraksi maka rahim tidak dapat menutup pembulh darah yang terbuka sehingga pendarahan akan terus terjadi.

Tidak hanya itu, sisa jaringan yang tertinggal di dalam rahim juga dapat menjadi tempat berkembangbiaknya kuman yang dapat mempermudah terjadinya infeksi. Meski demikian, seseorang perlu mengetahui efek samping tindakan kuretase sebelum memutuskan untuk melakukannya. Normalnya, tindakan kuretase dapat menimbulkan kondisi kram perut bagian bawah, mirip saat akan datang bulang.

Umumnya kram terjadi selama 30 menit hingga 1 jam saja. Namun ada pula yang mnegalaminya hingga berhari-hari. Selain itu tindakan kuretase dapat menimbulkan terjadinya persdarahan ringan selama beberapa hari. Ada pula yang mengalami percepatan atau perlambatan jadwal menstryuasi usai menjalani kuretase.

Konsultasi

Konsultasi www.endocrinediabetes.com

Tindakan kuretase juga dapat menimbulkan infeksi, pendarahan hebat ataupun robeknya rahim. Meski demikian dua kondisi terakhir merupakan kasus yang jarang terjadi. Robeknya rahim saat kuretase dapat terjadi akibat alat yang menembut endometrium terlalu dalam sehingga merobek rahim.

Selain itu tindakan ini juga berpotensi menimbulkan sindroma asherman. Suatu kondisi yang terjadi akibat proses pengerukan endometrium yang terlalu agresif sehingga mengakibatkan terbentuknya jaringan ikat pada dinding rahim. Sindroma asherman dapat menyebabkan kemandulan dan terhentinya siklus menstruasi akibat ketidaknormalan dinding rahim. Karena itulah jika ingin melakukan kuret, pastikan tindakan tersebut dilakukan oleh ahlinya.

Baca juga:

Mengenal Gejala Kehamilan Ektopik

Pentingnya Tes HIV pada Ibu Hamil

Konstipasi Pada Ibu Hamil

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama

Sumber: www.tanyadok.com dan www.alodokter.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment