Informasi Penting Seputar Baby Blues Syndrome

Ilustrasi Baby Blues

Ilustrasi Baby Blues pixabay

Sindrom baby blues merupakan salah satu hal yang bisa terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan. Keadaan ini terjadi karena adanya perubahan hormon yang terjadi pada ibu. Jika berkepanjangan, kondisi ini bisa berubah menjadi postpatrum depression. Sebuah kondisi dimana seorang wanita merasa begitu depresi, sulit tidur dan nafsu makan berkurang dalam waktu yang panjang.

Lalu bagaimana mengetahui seorang ibu tersebut menderita baby blues atau tidak? Ada beberapa gejala yang mengiringi kondisi baby blues sepertimudah merasa sedih, mudah menangis, mudah putus asa, merasa cemas atau bahkan mengalami gangguan tidur. Pada kondisi baby blues , beberapa gejala di atas biasabta berlangsung selama dua minggu. Namun jika terjadi lebih dari tiga minggu, ada kemungkinan orang tersebut mengalami postpatrum depression.

Salah satu penyebab terjadinya baby blues adalah perubahan hormon. Perubahan hormon ini terjadi pada saat plasenta yang tidak lain merupakan “pabrik penghasil hormon” dikeluarkan dari tubuh. Kondisi ini menyebabkan kadar progesteron, esterogen dan endorfin ibu menurun drastis. Selain itu, tentu kondisi dan bentuk tubuh ibu baru melahirkan umumnya mengalami perubahan yang cukup drastis seperti payudara yang besar hingga tubuh yang semakin lebar.

Tak berhenti sampai di sini, peran ibu tentu berlanjut dengan mengasuh bayi. Saat bayi baru saja lahir, maka tubuh seorang ibu akan mudah lelah karena beberapa faktor. Salah satunya karena ibu harus mengikuti pola tidur bayi yang belum teratur.  Selain itu rutinitas tersebut, ada kemungkinan ibu juga mengalami kondisi kebingungan serta kekhawatiran dalam mengurus bayi. Hal ini dapat membuat ibu menjadi resah dan moody.

Karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, maka kondisi baby blues sejatinya dapat diminimalisir dengan berbagai cara. Salah satu yang terpenting tentu dengan menjaga kesehatan Anda. Meski terkesan sepele, namun ibu wajib menjaga kesehatan fisiknya agar tidak ada gangguan saat menyusui. Jangan lupa pula untuk mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas. Anda dapat berbagi tugas dengan suami, misalnya saja saat jaga di malam hari.

Ilustrasi Baby Blues

Ilustrasi Baby Blues pixabay

Selain itu, jangan segan-segan untuk menimba ilmu pada sahabat ataupun kerabat dekat yang telah memiliki pengalaman dalam mengurus bayi. Selain dapat menambah pengetahuan serta menimbulkan rasa bahagia saat bertemu dengan orang terkasih, berkomunikasi dengan orang tentu dapat mengalihkan kebosanan Anda pada rutinitas harian tanpa mengabaikan peran penting seorang ibu.

Baca juga:

Cara Bayi Menilai Seseorang

Cara Memilih Obat Nyamuk yang Aman untuk Bayi

Cara Benar Menghentikan Mimisan

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.alodokter.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment