Guys, Hindari Anorexia Nervosa Segera Ya!

Anorexia Nervosa

Anorexia Nervosa minddisorders

Anorexia nervosa atau yang dikenal anoreksia merupakan perasaan seseorang yang takut dengan pertambahan berat badan. Orang dengan anoreksia akan selalu membatasi diri bahkan dari makanan dan minuman lezat yang tersedia di depan mata. Sayangnya kebanyakan penderita anoreksia adalah perempuan. Namun demikian, meski 85-95% penderita anoreksia adalah perempuan, namun anoreksi juga dapat terjadi pada laki-laki.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya gangguan makan ini. Yang pertama adalah budaya. Konstruksi sosial sebuah budaya yang mengagungkan wanita kurus menyebabkan tekanan tersendiri bagi kaum wanita. Apalagi jika merasa kelebihan berat sedikit saja. Hal tersebut dapat membuat sesorang wanita untuk melakukan diet ketat untuk menyempurnakan penampilannya. Padahal berat ideal seseorang tidak hanya bergantung dari tebal tipisnya lemak saja, namun juga dipengaruhi oleh tinggi dan bentuk pertulangannya.

Selain budaya, keluarga juga dapat menjadi pencetus terjadinya anoreksia. Apalagi jika ada orang tua ataupun saudara yang mengalami hal serupa. Orang tua yang sangat memperhatikan penampilan ataupun mengkritik tubuh anak mereka lebih memungkinkan mereka memiliki anak dengan anoreksia. Kondisi stres hingga perubahan yang terjadi dalam kehidupan seperti memulai pekerjaan baru dapat menjadi penyebab anoreksia. Gen, hormon serta kejadian yang meninggalkan kondisi trauma seperti terjadinya perkosaan juga bisa menjadi faktir pencetus terjadinya anoreksia.

Umumnya orang dengan anoreksia memiliki tubuh yang sangat kurus. Seseorang dengan gangguan ini juga sering menerapkan target yang jauh dari jangkauan kemampuannya, termasuk menurunkan berat badan hingga mencapai target tertentu. Penderita anoreksia juga tak segan-segan untuk melakukan penurunan berat badan dengan cara yang ekstrim seperti mengkonsumsi pil diet, makan sangat sedikit atau bahkan tidak makan hingga banyak berolahraga meski sedang dalam kondisi sakit.

Anorexia Nervosa

Anorexia Nervosa honisoit

Dengan kebiasaan yang demikian, penderita anoreksia tidak mendapatkan energi yang cukup untuk beraktivitas setiap harinya. Jika Anda mendapati orang terdekat memiliki ciri-ciri yang sama  dengan penderita anoreksia, jangan segan-segan untuk segera membawanya berkonsultasi pada dokter. Pihak medis akan membantu memberikan bimbingan konseling serta solusi terkait pengembalian berat badan penderita menuju berat badan ideal. Psikoterapi, bimbingan konseling dan peran keluarga dekat tentu dapat membantu penderita anoreksia agar merasa lebih baik. Bye-bye anoreksia!

Baca juga:

Mengenal Melanoma, Jenis Kanker Kulit yang Berbahaya

6 Makanan yang Wajib Dihindari Sebelum Lari Pagi

Mitos dan Fakta Seputar Tanning!

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: womenshealth.gov

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment