Bell’s Palsy, Berbahayakah?

| Posted : 31 Aug 2015 | Obat dan Penyakit No comments
Bell's Palsy

Bell’s Palsy facialpalsy.org.uk

Pernahkah Anda mendengar berita tentang mencong yang terjadi pada salah satu wajah? Gejala yang ditimbulkan umumnya hampir sama dengan gejala stroke. Namun demikian mencong pada salah satu sisi wajah ternyata bukan stroke yang dikenal dengan nama Mell’y Palsy. Penyakit ini merupakan sebuah gejala klinis penyakit mononeuropati yang menyerang saraf nomor tujuh yaitu syaraf wajah. Mononeuropati merupakan gangguan yang hanya terjadi pada satu syaraf. Penyakit ini termasuk penyakit lintas usia, bisa mengenai siapa saja, termasuk anak-anak. Namun sebagian besar Bell’s Palsy terjadi pada orang dewasa dan produktif.

Sayangnya penyebab timbulnya penyakit ini belumlah jelas. Ada yang menyebutkan karena peradangan syaraf ke-7 yang kemudian menyebabkan pembengkakan, ada pula yang menyatakan bahwa Bell’s Palsy disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus Herpes Impleks. Biasanya gejala lumpuh pada area wajah timbul secara mendadak. Lalu apa perbedaan Bell’s Palsy dan stroke? Kalau kelumpuhan pada gejala Bell’s Palsy hanya terjadi pada bagian wajah, sedangkan kelumpuhan akibat stroke dapat terjadi di bagian tubuh lainnya.

Inti syaraf nomor tujuh yang berada di batang otak ini berfungsi untuk mengatur otot pergerakan pada wajah. Seperti mengatur meringis pada mulut ataupun mengatur pergerakan kelopak pada mata seperti saat memejamkan mata, menggerakkan bola mata dan mengatur aliran air mata. Syaraf nomor 7 ini juga memiliki serabut yang menuju ke kelenjar ludah dan pendengaran. Lantaran tersumbat akibat pembengkakan mengakibatkan syaraf penderita Bell’s Palsy menjadi tidak dapat mengatur impuls motorik kepada otot. Akibatnya otot pada organ yang langsung berhubungan dengan syaraf tersebut menjadi tidak berfungsi yang akhirnya membuat organ menjadi lumpuh.

Tanda penyakit ini umumnya berupa kelumpuhan syaraf pada satu bagian wajah sehingga wajah menjadi tidak asimetri, sulit menutup mata, berkurangnya kepekaan lidah hingga timbulnya hiperakusus atau terjadinya sensitivitas terhadap suara. Akibatnya ketika mendengar suara keras, telinga terasa sakit. Selain dapat menyebabkan air mata menjadi kering, Bell’y Palsy juga bisa berpotensi menimbulkan gejala iritasi akibat kelopak mata tidak bisa menutup. Penyakit ini juga mengurangi kemampuan menutup bibir sehingga bibir menjadi sulit menelan air dan makanan.

Bell's Palsy

Bell’s Palsy cityacu.net

Tapi Anda tidak perlu khawatir, Bell’s Palsy tidaklah berbahaya dan bisa sembuh dnegan sendirinya. Masa penyembuhannya tergolong variatif, bisa  dalam hitungan minggu atau bulan. Sebagian besar penderita sembuh dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan. Namun demikian, meski jarang terjadi kasus Bell’s Palsy bisa terjadi secara permanen dan tidak sembuh. Salah satu komplikasi paling berat adalah terdapatnya gejala sisa seperti dejala “air mata buaya”, dimana air mata akan terus keluar saat makan.

Baca juga:

Cari Tahu Yuk Gejala Fibroadenoma, Tumor Jinak Pada Payudara!

Kista, Tumor Jinak yang Paling Banyak Ditemui

Berbagai Alasan Mengapa Terdapat Darah Pada Tinja

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.republika.co.id

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment