7 Makanan yang Mendukung Detoksifikasi Hati

50 liverHati merupakan organ yang berperan mengusir racun dalam tubuh. Hati penting dalam proses detoksifikasi serta membersihkan tubuh. Organ liver terus bekerja menyaring racun serta zat berbahaya lain yang berasal dari saluran pencernaan, kulit, dan sistem pernafasan.

Kerja liver juga dipengaruhi kondisi psikis. Saat sedang stres, hati akan bekerja lebih keras . Akibatnya, sistem organ tubuh akan kehilangan keseimbangan. Bila hal tersebut terjadi, Anda dapat mengkonsumsi makanan yang secara alami dapat mendukung detoksifikasi alami hati. Apa saja? Berikut ulasannya.

Yang pertama adalah kacang kenari. Makanan yang dalam Bahasa Inggris disebut walnut tersebut sangat kaya akan kandungan l-arginine, asam amino, glutathione, serta asam lemak omega-3. Zat-zat itu membantu detoksifikasi hati dari amonia. Kenari juga berperan membantu proses oksigenat darah. Ekstrak kulit kenari bahkan sudah lama dimanfaatkan sebagai formula pembersih liver.

50 grapefruitKedua, konsumsilah bawang putih. Bumbu yang selalu tersedia di dapur ini mengandung senyawa sulfur. Zat tersebut berperan mengaktifkan enzim hati yang berguna untuk menyaring racun tubuh. Dalam bawang putih juga terkandung allicin dan selenium, dua nutrisi terbukti akurat melindungi hati dari kerusakan akibat racun sekaligus membantu proses detoksifikasi.

Ketiga, Anda dapat memanfaatkan grapefruit. Di Indonesia buah tersebut lebih dikenal dengan nama jeruk Bali. Jeruk Bali kaya dengan vitamin C dan antioksidan alami. Seperti halnya bawang putih, dalam grapefruit juga terkandung senyawa untuk meransang enzim detoksifikasi hati. Di dalamnya juga terkandung senyawa flavonoid (naringenin). Senyawa tersebut mendukung proses pembakaran lemak dalam hati sehingga tidak tertimbun.

Makanan untuk mendukung detoksifikasi hati yang selanjutnya adalah teh hijau. Green tea sangat kaya akan catechins. Antioksidan tersebut membantu membakar lemak dalam hati dan mendukung liver bekerja secara optimal. Teh hijau merupakan minuman herbal yang berfungsi untuk melindungi organ hati dari racun.

50 sayuran hijauSayuran berwarna hijau seperti pare, bayam, dan sawi juga merupakan makanan yang baik dikonsumsi untuk mendukung kerja liver. Sayuran hijau mengandung senyawa aktif untuk menetralisir logam berat yang masuk dalam tubuh sehingga dapat meringankan kerja liver. Sayur berwarna hijau juga berperan dalam memperlancar pembersihan cairan empedu.

Alpukat mengandung senyawa glutathione dalam jumlah melimpah. Senyawa tersebut aktif meningkatkan kesehatan hati, melindungi liver dari kerusakan, sekaligus mendukung kerja detoksifikasi hati. Beberapa penelitian kesehatan menyatakan bahwa mengkonsumsi alpukat secara rutin selama 30 hari dapat memperbaiki kerusakan pada organ hati.

Terakhir, kunyit juga bermanfaat mendukung kesehatan hati. Bumbu ini disebut-sebut sebagai makanan paling ampuh untuk menjaga kesehatan liver. Kunyit telah dibuktikan secara ilmiah dapat melindungi hati dari kerusakan akibat racun dan meregenerasi sel-sel yang rusak. Kunyit juga meningkatkan produksi empedu dan memurnikan racun pada organ tubuh lain.

Baca juga :

Manfaat Kesehatan Setelah Minum Teh

Larutan untuk Menghilangkan Pestisida pada Buah dan Sayur

Pentingnya Merendam Kacang Sebelum Dikonsumsi

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber :

dailyhealthpost.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment