3 Penyakit yang Berasal dari Gigitan Nyamuk

Nyamuk

Nyamuk pixabay

Digigit nyamuk merupakan salah satu hal yang kurang menyenangkan. Apalagi gigitan nyamuk yang tidak hanya meninggalkan benjolan dan gatal yang dapat mengganggu Anda, namun juga dapat menimbulkan beberapa penyakit tertentu seperti demam berdarah, chikungunya dan juga malaria. Berikut informasi selengkapnya!

Umumnya hampir semua gigitan nyamuk memiliki gejala yang sama yaitu demam, nyeri tubuh, ruam dan sakit kepala. Sejatinya nyamuk tidak hanya dapat menggigit manusia saja. Nyamuk juga dapat menggigit makhluk berdarah panas, termasuk burung dan kuda. Ketika nyamuk menggingit hewan atau orang yang terinfeksi suatu penyakit, bisa jadi nyamuk menjadi penularan penyakit pada manusia.

Salah satu penyakit yang cukup sering ditemui akibat gigitan nyamuk adalah penyakit demam berdarah. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Karena dapat berkembangbiak di genangan air yang bersih, masyarakat luas mengenal istilah mengubur 3 M sebagai salah satu penangkal demam berdarah. Gerakan  3 M adalah menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air.

Beberapa gejala demam berdarah adalah terjadinya demam tinggi, sakit kepala, nyeri sendi, otot dan tulang hingga rasa sakit di belakang kepala. Untuk mengetahui ada tidaknya virus dengue, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah. Karena bisa berujung pada kematian, maka jika ada gejala menyerupai DBD segeralah melakukan pemeriksaan pada pihak medis yang dipercaya.

Selanjutnya ada virus chikungunya. Virus yang ditemukan terutama di Karibia dan Amerika Selatan ini kini sudah banyak menyebar ke berbagai daerah, bahkan di Indonesia. Penyakit ini dapat menyebabkan nyeri sendi yang parah, yang dapat berlangsung hingga beberapa minggu. Ada lagi malaria, sebuah penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Nyamuk ini membawa parasit plasmodium.

Nyamuk

Nyamuk pixabay

Ada lima jenis plasmodium yang dapat menyebabkan malaria pada manusia. Dua jenis plasmodium yang merupakan penyebab malaria paling umum di Indonesia adalah Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax. Sebagian kasus malaria di Indonesia terjadi di wilayah Indonesia Timur, terutama di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.  Umumnya gejala malaria akan muncul antara satu atau dua minggu setelah tubuh terinfeksi oleh gigitan nyamuk. Beberapa gejala yang sering muncul adalah demam berkeringat, menggigil atau kedinginan, muntah-muntah, diare, sakit kepala dan nyeri otot.

Baca juga:

Cara Memilih Obat Nyamuk yang Aman untuk Bayi

Tips Menangkal Nyamuk

Penyakit yang Kerap Menyerang Selama Musim Hujan

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: dokita.co dan www.alodokter.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment