Merasa Selalu Jelek Bisa Menjadi Pertanda Terkena Dismofobia!

| Posted : 15 Jan 2016 | Kecantikan No comments
Ilustrasi Dismofobia

Ilustrasi Dismofobia nadafragil.com.br

Pernahkah Anda memiliki teman yang tergolong cantik atau ganteng tapi selalu merasa jelek? Jika ada yang demikian, ada kemungkinan bahwa orang tersebut menderita body dysmorphic disorder (BDD) atau yang dikenal luas dengan nama dismofofobia. Berikut informasi selengkapnya!

Kini penyakit tidak hanya mampu menyerang fisik sseorang saja, namun psikis juga dapat terjangkiti penyakit. Dismofofobia salah satunya. Dismofofobia merupakan terjadinya pemikiran bahwa seseorang terlihat tidak menarik, jelek atau bahkan hancur pada  sebagian ataupun keseluruhan tubuh. Karena terus tertanam di dalam pikiran, maka hal ini dapat menimbulkan terjadinya kekhawatiran yang berlebihan atau yang dikenal dnegan istilah preokupasi.

Salah satu keluhan yang paling sering terjadi adalah berbagai hal yang berkaitan dengan wajah. Hal yang dikeluhkan bisa fakta atau hanya sekedar imajinasi atau pikiran semata seperti jerawat. Keluhan dapat terjadi bahkan dari hal sepele seperti wajah tidak simetris, terjadinya jerawat, jaringan parut, pembuluh darah yang tertalu kelihatan hingga wajah yang terkesan tidak proporsional.

Meski terlihat sepele, namun hal ini dapat membuat penderita dismofofobia banyak menghabiskan waktu di depan cermin atau sekedar membandingkan-bandingkannya dnegan orang lain. Bahkan biasanya penderita dismofofobia akan menjalani perawatan kulit atau operasi plastik hingga berulang kali. Bahkan setelah dilakukan hal tersebut pada satu bagian tubuh, penderita dismofofobia akan memulai hal sama di bagian tubuh lainnya. Hiii!

Ilustrasi Dismofobia

Ilustrasi Dismofobia casabenessere.wordpress.com

Bahkan menurut penelitian yang dilakukan di Inggris menyebutkan bahwa gejala dismofofobia justru akan semakin bertambah usai penderita menjalani perawatan atau operasi plastik. Tingkat kekecewaan ini diamati terutama padaoperasi hidung dan payudara. Tidak jarang karena kekecewaan tersebut penderita dismofofobia tersebut menjadi lebih agresif. Parahnya pada tahap tertentu, pasien dapat menyalahkan dokter atas ketidakpuasan tersebut.

Tidak jarang pula akibat obsesi pasien menyebabkan ia memiliki bagian tubuh yang cenderung menyeramkan. Memiliki hidung yang terlalu besar misalnya. Sayangnya sangat jarang pasien yang menyadari bahwa pemikiran mereka tersebut tidaklah benar. Bagaimana dengan pengalaman Anda?

Baca juga:

Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri

Mengenal Metode Operasi Penurunan Berat Badan

Ternyata Krim Mata Tidak Hanya untuk Orang Tua

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.tanyadok.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment