Mencegah Terjadinya Strecth Mark Saat Masa Kehamilan

| Posted : 20 Feb 2016 | Kecantikan No comments
Hamil

Hamil pixabay

Masa kehamilan merupakan salah satu moment penting bagi seorang wanita. Sayangnya,dibalik masa yang ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan ini tidak jarang menyebabkan perubahan pada kulit ibu. Terjadinya strech marks merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi oleh ibu hamil. Berikut tips menghindari terjadinya stretch marks saat sedang hamil!

Sesuai dengan namanya, strecth mark terlihat seperti garis-garis yang tidak lain merupakan bekas peregangan berlebihan yang terjadi pada kulit. Garis ini tidak muncul secara tiba-tiba. Pada awalnya strecth mark hanya berupa guratan berwarna kemerahan saja. Seiring dengan pergantian waktu, lama kelamaan guratan tersebut berubah menjadi garis berwarna keputihan ataupun kecoklatan.

Warna garis strecth mark menyesuaikan warna asli kulit. Kehadiran strecth mark sering membuat tesktur kulit menjadi tidak rata. Kulit dengan strecth markĀ  ada yang terlihat lebih kasar ataupun lebih tipis dari kulit normal yang sehat.Meski tudak mengganggu kesehatan, namun garis-garis halus pada kulit tentu akan mengganggu penampilan seseorang. Salah satu bagian yang kerap dilanda strecth mark saat hamil adalah kulit perut.

Strecth mark merupakan kondisi yang disebabkan karena adanya peregangan kulit yang melebihi daya elastisnya. Secara alami, kulit akan memproduksi ceramide, sejenis lemak yang mempengaruhi elastisitas kulit. Strecth mark terjadi karena kemampuan produksi ceramide yang tidak dapat mengimbangi peregangan yang terjadi pada kulit.

Dan ternyata gangguan produksi ceramide ternyata dapat terjadi karena terganggunya keseimbangan hormon si ibu. Meski demikian tidak semua ibu hamil akan mengalami kondisi ini. Hal ini tetap bergantung pada kondisi kulit sang ibu. Menariknya, ternyata strecth mark dapat dicegah lho! Salah satunya dengan mengkonsumsi cukup protein. Seperti yang telah banyak diketahui, protein berperan dalam regenerasi sel, termasuk sel kulit.

Hamil

Hamil pixabay

Selain itu, ibu juga perlu menjaga berat badan yang sesuai dnegan anjuran dokter. Penambahan badan tersebut umumnya didasarkan pada perkembangan janin. Berat badan berlebih dapat memperparah kondisi strecth mark. Untuk mencegah ataupun mengobati strecth mark, Anda dapat mengoleskan minyak zaitun atau krim penghilang strecth mark. Untuk produk yang digunakan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter yang dipercaya. Terakhir, meski terasa gatal, hindari aktivitas menggaruk. Meski terdengar sepele, menggaruk dapat menyebabkan terjadinya jaringan parut. Bye-bye strecth mark!

Baca juga:

Ibu Hamil Harus Waspadai Virus Zika

Bahan Kimia yang Berbahaya Bagi Ibu Hamil

Konstipasi pada Ibu Hamil

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: health.detik.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment