Tips Mengenali Alergi Susu Sapi pada Buah Hati

Susu

Susu www.buonapappa.net

Susu sapi merupakan salah satu nutrisi tambahan yang kerap diberikan pada anak. Sayangnya tidak semua anak cocok mengkonsumsi susu sapi. Berikut beberapa tips mengengali gejala alergi susu sapi pada buah hati!

Alergi merupakan reaksi hipersensitivitas pada tubuh yang dicetuskan melalui reaksi imunologi. Reaksi hipersensitivitas merupakan sebutan untuk gejala klinis akibat paparan zat tertentu, dimana pada anak normal, paparan tersebut tidak menimbulkan gejala apapun. Dalam hal ini zat yang dimaksud tidak lain adalah protein susu sapi.

Kondisi alergi pada susu sapi dapat disebabkan karena beragam faktor. Yang pertama adalah faktor genetik. Perlu diketahui bahwasanya sekitar 40% bayi yang terlahir dari ibu penderita alergi akan mengalami kondisi serupa di kemudian hari. Alergi juga dapat disebabkan karena paparan alergen atau zat yang dapat memunculkan kondisi alergi. Bahan ini tidak hanya yang dimakan oleh bayi saja, namun juga yang dimakan oleh ibu yang sedang menyusui. Selain itu beberapa kondisi seperti polusi udara, asap rokok, binatang peliharaan dan cuaca juga dapat berkontribusi.

Dan menurut hasil penelitian, rentang usia alergi susu sapi dilaporkan akan berkurang hingga tinggal 30-40% pada usia 12 tahun dan akan berkurang hingga sebesar 5% saja pada usia 3 tahun. Seperti penyakit lainnya, alergi susu sapi juga memperlihatkan gejala klinis pada anak. Beberapa diantaranya diperlihatkan dnegan kondisi pilek dan batuk yang terjadi secara berulang, muntah-muntah, sakit perut berulang, kulit kemerahan, biduran atau diare yang dapat disertai dnegan darah.

Susu

Susu www.foxnews.com

Namun pada reaksi yang berat, alergi juga dapat memperlihatkan reaksi bengkak pada beberapa bagian tubuh seperti pada mata atau telinga. Bila Anda menemukan reaksi tersebut pada buah hati yang disertai dengan riwayat alergi dalam keluarga, maka ada kemungkinan bahwa anak tersebut menderita reaksi alergi. Untuk pemilihan susu pengganti protein susu sapi, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak yang dipercaya. Setelah menggunakan susu pengganti, pastikan Anda memperhatikan gejala klinis yang terjadi pada anak secara ketat.

Terkait dengan hal ini, pencegahan paling baik yang dapat dilakukan oleh ibu adalah pemberian air susu ibu (ASI) esklusif sampai berusia 6 bulan. Selain itu usahakan untuk mengendalikan lingkungan sekitar seperti menghindarkan anak dari paparan asap rokok, hewan peliharaan ataupun perabotan rumah tangga yang mudah menyerap kotoran seperti karpet.

Baca juga:

Tips Memilih Susu Formula untuk Bayi

Lama Maksimal Penyimpanan Air Susu Ibu (ASI)

Lima Tipe Dasar Susu Formula Bayi

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: idai.or.id

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment