Makanan Pendamping ASI Ditambahkan dengan Gula, Bolehkah?

Gula

Gula pixabay

MPASI merupakan singkatan dari makanan pendamping ASI. Usia yang tepat untuk mengenalkan si kecil pada MPASI adalah saat anak menginjak usia 6 bulan. Umumnya para ibu akan mempersiapkan beragam resep makanan yang penuh dengan gizi. Berbicara soal MPASI, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu. Salah satunya adalah penambahan gula pada olahan MPASI itu sendiri. Berikut penjelasan selengkapnya!

Seiring dengan perkembangan teknologi, kini beragam resep lezat menu MPASI terbilang cukup mudah ditemukan. Meski terkesan mudah, namun ternyata mengolah menu MPASI memiliki banyak pantangan. Seperti sebaiknya tidak menambahkan garam dapur sebelum usia anak menginjak 1 tahun. Ini tidak lain disebabkan karena garam dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal dan dehidrasi. Ada pula kacang-kacangan, seperti kacang tanah. Olahan kacang tanah terkadang dapat mengandung bakteri yang bisa memicu alergi.

Lalu bagaimana dengan penambahan gula? Meski terkesan sepelen, namun masih ada pula orang tua yang kebingungan dibuatnya. Apakah boleh menambahkannya pada menu MPASI atau tidak? Ketika buah hati mulai terbiasa dengan MPASI, Anda dapat menambahkan gula dengan kadar tertentu. Sekitar 5-10% saja dari total kebutuhan energi harian. Penambahan gula ini hanya bertujuan sebagai perasa agar si kecil bisa mengenal dan membedakan rasa saja.

Meski demikian, layaknya baras maksimal jumlah konsumsi gula harian pada anak dan dewasa, kadar penambahan gula untuk menu MPASI di setiap usia bayi pun berbeda-beda. Berikut selengkapnya!

Usia Kalori Gula/hari Takaran Gula/hari
6-7 32,7-65,3 kkal 0,65-1,3 sdt atau ½-1 sdt
7-8 34-68 kkal 0,68-1,36 sdt atau ½-1 sdt
8-9 35,4-70 kkal 0,7-1,4 sdt  atau ½-1 ½ sdt
9-10 36,6-73,1 kkal 0,7-1,4 sdt atau ½-1 ½ sdt
10-11 37,6-75,2 kkal 0,7-1,5 sdt atau ½-1 ½ sdt
11-12 38,8-77,5 kkal 0-7-1,5 sdt atau ½-1 ½ sdt

Tabel Rekomendasi Pemberian Gula Untuk Bayi Usia 6—12 Bulan (American Heart Association) Guidelines

Gula

Gula pixabay

Jika sudah mengetahui takaran yang pas, tentu ibu akan lebih mudah mengontrol asupan gula tambahan yang diberikan untuk buah hati. Ini perlu dilakukan agar si kecil terhindar dari berbagai masalah jangka panjang seeri obesitas ataupun kerusakan gigi. Satu yang perlu dicatat, tabel di atas merupakan kadar maksimal pemberian gula tambahan. Bukan gula alami yang terdapat pada karbohidrat kompleks seperti buah, sereal atau susu rendah lemak.Ini tidak lain karena si kecil tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi. Be a smart mom!

Baca juga:

Menyiapkan Sarapan yang Sehat

Cara Bayi Menilai Seseorang

Cara Menghitung Body Mass Index (BMI)

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: klikdokter.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment