Mengenal Manfaat Makanan Fortifikasi

| Posted : 19 Dec 2015 | Gizi dan Makanan No comments
Minuman Berenergi

Minuman Berenergi pixabay

Kini istilah fortifikasi makanan mungkin sudah bukan hal yang asing lagi. Meski demikian, tidak semua orang mengerti istilah tersebut. Fortifikasi merupakan penambahan zat gizi pada makanan atau bahan makanan yang dapat menggantikan nutrisi-nutrisi yang hilang saat proses pembuatan makanan. Karena itulah fortifikasi dapat membuat makanan pokok jauh lebih bergizi tanpa merubah rasa atau tampilannya.

Makanan fortifikasi bisa dijumpai pada makanan atau bahan makanan yang memerlukan proses pemasakan terlebih dahulu.  Beberapa contoh makanan terfortifikasi adalah minuman berenergi dengan tambahan kalsium, minyak goreng dengan tambahan vitamin A hingga roti dengan tambahan serat. Selain itu kandungan Docosahexaenoic acid (DHA), asam lemak omega 3 dan zat besi merupakan salah satu nutisi yang banyak ditambahkan dalam makanan fortifikasi.

Makanan fortifikasi tentu mendatangkan manfaat tersendiri bagi konsumen yang memiliki gejala alergi pada makanan tertentu. Misalnya saja pada penderita laktosa intoleran. Orang yang tidak toleran terhadap laktosa dapat menikmati tambahan kalsium dan vitamin D dari berbagai makanan dan minuman selain dari produk susu. Selain itu bagi orang yang tidak menyukai menikmati komoditi laut seperti ikan, salmon, tiram, udang dan yang lainnya dapat memperoleh manfaat baik DHA dalam minyak ikan. Suplemen ini setidaknya mengandung 220 mg DHA dan eicosapentaenoic acid (EPA).

Pasta

Pasta pixabay

Selain itu makanan fortifikasi juga dapat meningkatkan nilai gizi makanan pokok masyarakat menengah ke bawah yang mengkonsumsi makanan pokok sehari-hari berupa nasi, mie dan roti yang tidak mengandung protein, vitamin dan mineral yang cukup.  Pemerintah Indonesia sendiri melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) telah menetapkan dan memberlakukan pangan fortifikasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2004 tentang keamanan, mutu dan gizi pangan.

Berbagai acara untuk mendukung pengawasan pangan fortifikasi pun dilakukan, mulai dari diskusi hingga sosialisasi. Melalui gerakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat ataupun pelaku usaha akan manfaat fortifikasi pangan. Selain itu, acara tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya makanan bersortofikasi seperti konsumsi garam beryodium, teping terigu bersortifikasi zat besi hingga minyak goreng fortifikasi vitamin A. Bagaimana dengan bahan makanan di rumah Anda?

Baca juga:

Makan Siang Agar Tidak Mudah Gemuk

Mengapa Selalu Lapar Setelah Sarapan

Tips Menjadi Bahagia dengan Yoghurt Rasa Vanila

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama

Sumber: www.unicef.org, nasional.republika.co.id dan www.fitnessmagazine.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment