Menelisik Perbedaan Gula Alami dan Gula Tambahan

| Posted : 21 Aug 2015 | Gizi dan Makanan No comments
Gula

Gula globe-views

Gula memang ibarat buah simalakama. Di satu sisi gula mampu memanjakan lidah dengan rasa manis yang sempurna. Namun di sisi lain gula ditengarai sebagai salah satu penyebab terjadinya gangguan kesehatan, utamanya jika rutin dikonsumsi dalam jumlah yang besar. Apalagi jika tidak diiringi dengan olahraga serta beragam kegiatan penyeimbang lainnya. Seperti yang diketahui bersama, makan terlalu banyak gula dapat meningkatkan resiko terjadinya obesitas bahkan diabetes.

Parahnya lagi, penelitian terbaru menunjukkan hal yang lebih dari itu. Meski telah mengontrol obesitas, aktifitas fisik serta kalori dari makanan lainnya, berdasarkan hasil studi menunjukkan bahwa setiap 150 kalori pemberian gula di setiap harinya dapat meningkatkan prevalensi diabetes meningkat sebesar 1%. Oiya JAMA Internal Medicine juga menemukan bahwa orang yang sering menambahkan gula pada makanannya memiliki resiko kematian akibat penyakit jantung hingga dua kali lipat. Mengejutkannya lagi, gula sering ditambahkan pada beragam makanan dan camilan, bahkan pada produk berbahan kacang sekalipun.

Perlu diketahui bahwasanya ada dua jenis gula yang dapat ditemukan, gula alami dan gula tambahan. Gula alami dapat ditemukan pada makanan utuh seperti sayur, buah ataupun produk susu. Makanan-makanan ini menawarkan manfaat yang cenderung baik, seperti serat pada buah, protein dan kalsium pada susu dan beragam nutrien lain seperti vitamin dan mineral.

Sedangkan gula tambahan merupakan pemanis yang biasa ditambahkan untuk memberikan rasa pada makanan ataupun minuman Anda. Perlu diketahui bahwasanya madu, sirup mapple dan produk sejenisnya tentu menawarkan beberapa kandungan antioksidan dan mineral yang menyehatkan. Meski demikian, produk ini kerap menggunakan tambahan gula dalam dosis yang besar. Ini berarti porsi untuk mendapatkan gula alami dalam jumlah yang cukup sedikit.

Asupan Gula Per Hari

Asupan Gula Per Hari sugaralert

Karena beragam alasan inilah membaca label produk secara teliti merupakan tahap pencegahan yang paling mudah untuk dilakukan. Kuncinya pun hanya satu, hilangkan rasa malas untuk membaca. Selain jumlah gula, Anda juga perlu mengetahui beragam jenis gula tambahan yang diasa dimasukkan dalam produk makanan ataupun minuman dalam kemasan. Beberapa diantaranya adalah gula, sari tebu, sirup jagung, maltosa atau fruktosa. Pengamatan yang cermat tentu akan mempermudah Anda dalam menyeimbahkan kebutuhan  dengan total asupan asupan gula setiap harinya.

Satu lagi yang perlu diperhatikan, kontrol jumlah gula dalam jus buah ataupun jus sayur pesanan tetap perlu diperhatikan. Begitu pula dengan buah kering favorit Anda. Bagaimanapun juga manisnya buah kering tetap mengandung gula tambahan. Menurut American Heart Association, batasan konsumsi gula harian pada wanita dan pria dewasa hanya 6 dan 9 sendok teh saja, yang ekuivalen dengan 24 dan 36 gram gula. Bagaimana dengan kebiasaan konsumsi gula Anda?

Baca juga:

3 Cara Mudah Mengurangi Konsumsi Gula Saat Sarapan

Cara Sederhana Mengurangi Konsumsi Gula

Batasan Konsumsi Gula Per Hari

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.health.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment