Aneka Varian Pemanis Buatan

| Posted : 20 Feb 2016 | Gizi dan Makanan No comments
Ilustrasi Pemanis Buatan

Ilustrasi Pemanis Buatan www.doctoroz.com

Dahulu, pembuatan pemanis buatan memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para penderita diabetes. Dengan demikian penderita diabetes tetap dapat  mengkonsumsi makanan bercitarasa manis namun tetap rendah kalori . Seiring dengan perkembangan jaman, kini gula rendah kalori telah menjadi gaya hidup baru. Jenis gula ini tidak lagi dikonsumsi penderita diabetes saja, namun dinikmati pula oleh orang yang berniat membatasi apusan kalori yang dikonsumsi sehari-hari.

Terkait hal ini, setidaknya ada empat jenis pemanis buatan yang banyak dijual di pasaran. Yang pertama adalah aspartam atau si gula jagung. Diantara semua pemanis yang tidak berkalori hanya aspartam yang mengalami metabolisme. Aspartam dibuat dari senyawa metil ester dipeptida yaitu L fenilalanin metil ester. Karena itulah enderita fenilketonuria juga wajib hindari penggunaan aspartam. Pasalnya penderita fenilketonuria tidak dapat memecah fenilalanin, jenis asam amino yang sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu pembentukan protein.

Aspartam memiliki tingkat kemanisan sekitar 160 hingga 200 kali kemanisan gula sukrosa. Jenis pemanis buatan yang satu ini tingkat kemanisannya dapat berkurang jika terkena panas. Salah satu yang menarik dari aspartam adalah sifatnya yang mengalami metabolisme di dalam tubuh. Batas konsumsi harian aspartam yang disarankan adalah 40 mg per kg berat badan.

Jenis pemanis buatan yang kedua adalah sakarin. Sakarin merupakan jenis pemanis buatan tanpa kalori yang tidak dimetabolisme tubuh. Layaknya aspartam, sakarin juga kerap dimanfaatkan orang digunakan yang sedang diet. Berbeda dengan aspartam, sakarin memiliki tingkat kemanisan yang jauh lebih tinggi, sekitar 300 hingga 500 kali kemanisan.

Dosin konsumsi yang disarankan adalah 5 mg per kg berat badan. Terkait hal ini, FDA memperkirakan pemakaian aman sakarin adalah 50 g/hari. Tercatat ada beberapa kelemahan sakarin seperti tingkat kemanisan yang berkurang karena pemanasan serta timbulnya rasa pahit saat dikonsumsi. Perlu diketahui pula bahwa penggunaan sakarin wajib dihindari ketika seorang wanita tengah hamil atau dalam masa menyusui.

Ilustrasi Pemanis Buatan

Ilustrasi Pemanis Buatan pixabay

Selanjutnya ada asesulfam potasium yang memiliki tingkat kemanisan sekitar 200 kali dari kemanisan gula. Tingkat kemanisan asesulfam potasium juga dapat meningkat jika dikombinasikan dengan pemanis lainnya. Terakhir, ada sukralosa. Sukralosa merupakan derivat atau turunan dari sukrosa. Sukralosa memiliki tingkat kemanisan 600 kali sukrosa.

Berbeda dengan pemanis buatan lainnya, batas aman konsumsi sukralosa hanya 10 mg per kg berat badan. Karena tingkat kemanisan kedua jenis pemanis buatan ini tidak berkurang saat terkena pemanasan, baik asesulfam potasium  ataupun sukralosa dapat digunakan untuk memasak.

Baca juga:

Gejala Diabetes Tipe 2 yang Mengejutkan

Tips Liburan Bagi Traveller Penderita Diabetes

Mengenal Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Penyakit Diabetes

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.menshealth.co.id dan www.tanyadok.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment