Mengenal Seluk-Beluk Diet Mediterania

| Posted : 12 Mar 2016 | Diet, Gizi dan Makanan 1 Comment
Diet Mediteranian

Diet Mediteranian zesterdaily.com

Diet Mediterania merupakan salah satu pilihan diet yang cukup fenomenal untuk menurunkan berat badan. Pola makan ala Mediterania ini terinspirasi dari pola makan tradisional masyarakat yang berasal dari negara yang berbatasan langsung dengan Laut Mediterania, seperti Eropa Selatan, Timur Tengah dan yang lainnya.

Karena itulah bahan makanan yang dikonsumsi dalam diet ini pun mengikuti makanan tradisional dari kawasan yang berbatasan dengan Laut Mediterania. Salah satunya adalah pemilihan biji-bijian dan kacang-kacangan. Kedua bahan ini merupakan sumber protein, serat dan lemak yang baik. Kedua bahan makanan ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai makanan utama saja, namun juga dapat diolah menjadi snack yang lezat.

Meski boleh mengkonsumsi nasi merah, namun pola makan ala Mediterania tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi nasi putih. Hal ini erat dengan sifat beras putih yang tidak lain adalah karbohidrat sederhana saja. Selain itu, diet Mediterania juga erat konsumsi buah dan sayur yang kaya akan serat dan juga antioksidan.

Dalam diet Mediterania juga disarankan untuk mengurangi konsumsi daging merah. Sebaliknya, peserta diet dapat meningkatkan asupan ikan dan unggas yang kaya akan sumber gizi. Konsumsi daging merah selama diet maksimal dalam seminggu adalah dua kali. Sedangkan konsumsi ikan dan unggas dilakukan 2 hingga 4 kali setiap minggunya.

Sedangkan prosduk susu rendah lemak dapat dikonsumsi setiap hari. Sebagai perasa makanan, diet Mediterania lebih memilih menggunakan tanaman dan rempah-rempah seperti bawang putih, oregano, basil ataupun kayu manis, bukan garam atau penyedap instan yang banyak dijual di pasar. Selain bahan dan perasa makanan, pemilihan minyak pun merupakan hal yang sangat diperhatikan.

Diet Mediteranian

Diet Mediteranian www.popsugar.com

Salah satu kunci mengolah makanan dalam diet Mediterania ini adalah menghindari penggunaan minyak goreng. Dalam pengolahannya, diet ini lebih memilih mengedepankan jenis minyak yang lebih sehat yaitu minyak zaitun ataupun minyak kanola. Kedua minyak ini juga dapat digunakan untuk menggantikan margarin dan butter. Jika tertarik mencoba diet ini, jangan lupa untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada pihak medis yang mengetahui riwayat kesehatan Anda! Be healthy!

Baca juga:

Aneka Makanan yang Berpotensi Menyebabkan Kanker

Cara Benar Menyimpan Sayur dan Buah di Kulkas

Chia Seed, Alternatif Baru untuk Penurunan Berat Badan

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: lifestyle.sindonews.com dan health.liputan6.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email
Comments
  1. Posted by yunita septiana

Add Your Comment