Yang Terjadi Saat Tubuh Mengalami Overtraining

Latihan

Latihan pixabay

Olahraga merupakan salah satu aktivitas kaya manfaat. Selain menyehatkan, olahraga juga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Meski demikian, jika dilakukan secara berlebihan dan berkepanjangan, hal ini dapat menyebabkan kondisi kelelahan yang dikenal dengan sebutan overtraining syndrome. Gejala overtraining tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik seseorang saja, namun juga dapat mengganggu kondisi prsikologisnya juga. Berikut informasi selengkapnya!

Seperti gangguan kesehatan lainnya, overtraining memiliki beragam gejala. Mulai dari kelelahan, peningkatan detak jantung, terjadinya gangguan tidur dan keringat di malam hari, ketidakmampuan berkonsentrasi hingga gangguan saluran pencernaan. Dalam sebuah informasi yang dimuat Medicine and Science in Sport and Exercise menjelaskan bahwa gejala yang muncul akibat overtraining dapat dipengaruhi oleh sitokinin.

Sitokinin sendiri merupakan molekul protein yang berperab sebagai mediator dan pengatur imunitas, utamanya saat terjadi serangan bakteri patogen maupun saat terjadinya peradangan. Dugaan ini muncul karena peneliti menganggap bahwa latihan yang memicu terjadinya mikrotrauma pada otot dan jaringan ikat dapat memicu pelepasan pro-inflammatory cytokines, seperti IL–1 beta, IL-6 dan TNF-alpha.

Terkait keberadaan IL–1 yang melimpah di hipokampus, kondisi overtraining dapat menyebabkan gangguan konsentrasi. Hipokampus sendiri merupakan bagian otak yang mengatur sistem limbik, termasuk memori jangka panjang, emosi, perilaku dan juga penciuman. Peradangan akut yang terjadi akibat latihan berlebihan yang diikuti dengan minimnya waktu istirahat dapat berubah menjadi peradangan kronis. Selanjutnya hal ini dapat menghasilkan suatu respon imun sistemik yang melibatkan sistem saraf pusat, hati dan sistem kekebalan tubuh. Nah!

Latihan

Latihan pixabay

Para peneliti meyakini bahwa peradangan sistemik dapat menyusutkan otot yang telah dilatih. Hal ini terjadi akibat pengaruh sitokinin dan glukokortikoid, yang memobilisasi (membawa pergi) asam amino dari otot rangka untuk proses glukoneogenesis hepatik dan sintesis protein. Bukannya membuat otot lebih kuat namun sebaliknya, dapat menyebabkan penyusutan otot! Padahal salah satu tujuan latihan umumnya untuk membentuk otot. Sayang sekali bukan jika hal ini sampai terjadi? Jadi apapun latihan yang Anda pilih, lakukanlah sesuai dengan prosedur yang ada. Bagaimanapun mencegah jauh lebih baik daripada mengobati bukan?

Baca juga:

Oww! Patokan Olahraga Bukan Keringat Lho!

Manfaat Mendengarkan Musik saat Berolahraga

Pilihan Minuman Terbaik yang Cocok Dikonsumsi Setelah Olahraga

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: duniafitnes.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment