Serba-serbi Alergi pada Makanan

Ilustrasi Alergi pada Makanan

Ilustrasi Alergi pada Makanan plasticblue

Makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Namun tak semua orang bisa menikmati beragam makanan yang terhidang di atas meja. Salah satu penyebabnya tidak lain adalah sifat alergi pada makanan yang dimiliki oleh seseorang. Alergi pada makanan merupakan respon cepat dan berpotensi serius yang datang dari makanan yang dikonsumsi terhadap sistem imun tubuh. Gejala alergi pada makanan dapat memicu timbulnya gejala alergi klasik seperti ruam dan gatal. Alergi makanan yang paling umum terjadi pada orang dewasa diantaranya adalah alergi pada ikan, kerang dan kacang-kacangan. Sedangkan alergi makanan yang umum terjadi pada anak adalah alergi pada susu, telur, ikan, kacang dan yang lainnya.

Selain alergi pada makanan, masyarakat luas juga sering mendengar istilah food intolerance atau intoleransi pada makanan. Jadi meski sering disamakan, kasus alergi dan intoleran pada makanan itu dua hal yang berbeda. Alergi atau hipersensivitas merupakan respon abnormal terhadap makanan yang dipicu oleh sistem kekebalan tubuh. Gejala intoleransi pada makanan umumnya datang lebih lambat dibandingkan reaksi alergi makanan. Gejala umum yang sering datang pada kasus ini adalah kembung dan kram perut. Karena dapat terjadi pada beberapa makanan, maka cukup sulit mengidentifikasi makanan yang menyebabkan terjadinya intoleransi. Apalagi gangguan pencernaan seperti radang usus, gastrointestinal obstructions hingga irritable bowel syndrome juga memiliki gejala yang sama dengan kasus intoleransi ini.

Ilustrasi Laktosa Intoleran

Ilustrasi Laktosa Intoleran healthcommunities

Salah satu kasus intoleransi bahan makanan yang kerap terjadi adalah intoleransi laktosa. Intoteransi ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk mencerna lakstosa. Kandungan nutrien ini ada dalam susu dan produk susu seperti yoghurt dan susu. Gejala yang ditunjukkan pada kasus intoleran laktosa adalah diare dan sakit perut. Jadi jika ada keluarga atau buah hati yang mengalami gejala tersebut setelah mengkonsumsi produk susu ataupun olahannya, maka segera hentikan konsumsinya. Umumnya deteksi kasus ini dapat diihat dokter dengan melihat riwayat medisnya.

Jika pernah terdeteksi, ada baiknya jika Anda mengingat atau bahkan mencatat daftar makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi ataupun intoleransi. Selain itu, jika Anda mengkonsumsi makanan dalam kemasan jangan lupa untuk melihat komposisi makanannya ya! Ini tidak lain karena beberapa kasus alergi dapat berakibat fatal. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Melawan Alergi Matahari

Mengatasi Alergi Musim Semi

Trik Untuk Melawan Alergi

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: www.nhs.uk

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment