Sakit Saat Bulan Puasa ? Ini Triknya Agar Tetap Bisa Puasa Meski Harus Mengonsumsi Obat

Ilustrasi Obat

Ilustrasi Obat pixabay

Sakit bisa datang kapan saja tanpa disangka-sangka, termasuk ketika memasuki Bulan Ramadhan. Bulan dimana umat muslim menjalankan kewajiban puasa dengan syarat dan ketentuan tertentu. Bagaimana cara menggunakan obat jika sedang sakit di bulan puasa? Berikut informasi selengkapnya!

Ada perlakuan berbeda saat menjalani pengobatan di bulan puasa. Apalagi jika orang yang sakit tetap merasa mempu untuk berpuasa. Tentu konsumsi obat harus diatur sedemikian rupa agar puasa dan efek pengobatan tetap berjalan sesuai harapan. Dalam hal ini perlu diketahui bahwasanya tidak semua obat itu membatalkan puasa. Obat yang termasuk jenis obat yang tidak membatalkan puasa adalah obat yang tidak diminum melalui mulut yang selanjutnya akan masuk ke saluran cerna.

Dalam sebuah seminar bertema “An Islamic View of Certain Contemporary Medical Issus” yang dihelat di Maroko pada tahun 1997, para ahli medis dan pemuka agama sepakat bahwa jenis obat berikut ini tidak membatalkan puasa:

  1. Obat tetes mata dan telinga
  2. Obat yang diserap oleh kulit seperti salep, krim ataupun plester
  3. Obat yang digunakan melalui vagina seperti suppositora
  4. Obat yang disuntikkan, baik melalui kulit, otot, sendi dan vena, terkecuali pemberian makanan yang dilakukan lewat intravena atau pembuluh darah.
  5. Obat yang diselipkan di bawah lidah seperti nitrogliserin untuk angina pectoris
  6. Obat kumur yang digunakan tanpa tertelan
  7. Pemberian gas oksigen ataupun anastesi

Jika obat yang diresepkan adalah obat yang harus diminum, maka jadwal konsumsinya harus diatur diantara waktu berbuka hingga saat sahur. Untuk obat yang diminum sekali sehari tentu tidak akan mengalami perubahan yang berarti. Untuk obat yang diminum dua kali dapat diminum saat sahur dan berbuka. Namun untuk obat yang harus diminum 3 kali sehari, Anda dapat mengkonsumsinya dengan jeda selama 5 jam yang akan diminum pada pukul 18.00, 23.00 dan 04.00. Sedangkan untuk obat yang harus dikonsumsi 4 kali sehari dapat dikonsumsi dengan jeda waktu 3 jam.

Ilustrasi Obat

Ilustrasi Obat pixabay

Meski demikian, akan lebih baik jika Anda selalu mengkonsultasikannya dengan dokter atau apoteker yang menangani Anda. Hal tersebut perlu dikonsultasikan karena perubahan jadwal minum obat kemungkinan dapat mempengaruhi efek terapi obat. Perhatikan pula aturan minum obat, harus diminum sebelum atau sesudah makan.

Baca juga:

Tips Agar Bibir Tidak Pecah-Pecah Saat Sedang Berpuasa

Mengenal Empat Tahapan Olahraga Dikala Berpuasa

Tips Mencegah Sembelit Saat Berpuasa

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: haloapoteker.id

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment