Pentingnya Tes HIV pada Ibu Hamil

Tes Darah

Tes Darah doctoroz

Ada banyak hal yang perlu dilakukan ibu hamil untuk melindungi calon buah hati. Mulai dari makanan yang dikonsumsi, gaya hidup yang sehat hingga tes kesehatan yang memadai, termasuk tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) sekalipun. Sesuai dengan namanya, tes ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang, dalam hal ini adalah ibu hamil. Hal ini dapat diketahui dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV dalam sampel darah.

Memang HIV ataupun AIDS merupakan penyakit yang memiliki stigma negatif di masyarakat luas. Dua penyebab HIV yang umumnya diketahui masyarakat luas dikarenakan karena hubungan seksual  yang tidak aman ataupun pemakaian jarum suntik atau alat tajam lainnya yang tercemar HIV yang digunakan secara bergantian. Namun selain kedua hal tersebut, ternyata virus HIV juga dapat ditularkan melalui transfusi darah ataupun transmisi dari ibu hamil yang positif HIV pada bayi yang sedang dikandung.

Jadi jangan marah atau tersinggung jika pihak medis merekomendasikan untuk melakukan tes HIV inidi awal masa kehamilan. Bagaimanapun juga tes ini bertujuan untuk melindungi kesehatan buah hati. Selain itu tes HIV merupakan salah satu cara untuk melindungi bayi agar tidak tertular virus HIV yang berasal dari ibu yang mengidap HIV. Melalui tes tersebut, ibu akan memiliki banyak waktu untuk bagaimana cara melindungi kesehatan baik ibu ataupun calon anak. Misalnya saja ibu positif HIV tidak memberikan ASI pada bayi hingga pemberian obat profilaksis ARV pada bayi.

Tes HIV sendiri dapat dilakukan dengan cara tes darah. Saat seseorang terinveksi virus, maka tubuh akan memproduksi antibodi untuk melawan virus tersebut. Antibodi secara alami akan dihasilkan oleh sistem imun tubuh. Karena tes antibodi lebih mudah dideteksi daripada tes virusnya, maka dengan melakukan tes antibodi saja sudah dapat diketahui seseorang tersebut positif HIV atau tidak. Antibodi tersebut ada di dalam darah. Karena itulah tes darah merupakan uji yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan virus HIV. Jika tidak ada antibodi yang dihasilkan, maka hasilnya adalah HIV negatif, begitu pula sebaliknya.

Tes Darah

Tes Darah pixabay

Perlu diketahui bahwa hasil tes bisa saja negatif jika orang yang di tes baru saja terinfeksi. Hal ini dapat terjadi jika karena tubuh membutuhkan waktu beberpa minggu untuk menghasilkan antibodi sejak terjadinya infeksi. Antibodi baru bisa dideteksi setelah 3 hingga 8 minggu setelah terinfeksi. Meski demikian, orang yang terinfeksi dapat menularkan virus melalui beberapa cara yang telah dibahas di awal. Karena itu jangan ragu untuk melakukan tes HIV, apalagi bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan ataupun pernikahan. Untuk tes lebih lanjut dapat dikonsultasikan pada dokter yang dipercaya.

Baca juga:

Tips Menjaga Keamanan Asupan Makanan pada Ibu Hamil

Konstipasi Pada Ibu Hamil

Memenuhi Kebutuhan Kalsium Saat Mengalami Kehamilan dan Laktosa Intoleran

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama

Sumber: health.liputan6.com dan www.ypi.or.id

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment