Pengetahuan Seputar Popok Bayi

| Posted : 29 Oct 2015 | Berita Sehat, Ibu dan Anak No comments
Diaper

Diaper pixabay

Popok merupakan salah satu perlengkapan yang selalu dibutuhkan oleh bayi. Umumnya persediaan popok lebih banyak dari jumlah perlengkapan lainnya. Hal ini sering dilakukan karena beragam hal. Salah satunya karena bayi yang baru lahir yang diberi air susu ibu akan lebih sering buang air kecil dan buang air besar (BAB). Ini artinya setiap kali buah hati buang air kecil ataupun BAB tentu Anda perlu mengganti popok si kecil dengan popok bersih.

Bahkan di awal kelahirannya, umumnya Anda akan mengganti popok sebanyak 8 hingga 10 kali dalam sehari. Karena itulah orang tua harus sering mengganti popok bayi. Pergantian popok yang disarankan adalah setiap 4 jam sekali. Kenapa demikian? Jika tidak diganti, bayi dapat beresiko terkena ruam popok atau yang dikenal luas dnegan nama diaper rash. Hal ini dapat menyebatkan kulit bayi menjadi lecetdan kemerahan.

Penyebab terjadinya diaper rash adalah terjadinya gesekan popok basah dengan kulit, urin dan kotoran yang bereaksi dengan zat kimia dan terlambat mengganti popok yang basah. Tak hanya itu, diaper rash juga dapat menyebabkan kulit bisa melepuh, mengelupas dan berdarah. Luka yang demikian bisa menyebabkan terkadinya menyebabkan infeksi jamur dan bakteri. Umumnya popok terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan dalam, lapisan inti yang mengandung bahan penyerap dan lapisan luar.

Lapisan popok sekali pakai atau diaper umumnya mengandung zat aktif seperti zinc oxide, aloe vera dan petroleum untu menjaga klembapan kulit bayi. Selanjutnya, pada lapisan inti mengandung bahan penyerap yang terbuat dari selulosa dan absorbent gelling material (AGM) yang terbuat dari sodium poliakrillat. Fungsinya adalah memisahkan cairan urine dan feses dengan cepat dan dapat menjaga kestabilan pH. Terakhir, yaitu lapisan luar umumnya bersifat kedap air.

Lalu bagaimana memilih bahan popok yang tepat? Pertama pilihlah popok yang dapat menjaga kestabilan pH kulit. Untuk menghindari terjadinya ruam popok, sebaiknya pilih popok yang mengandung material AGM. Selain itu pilih [ula popok yang memiliki lapisan dalam berformula khusus. Terakhir, pilihlah popok dengan bahan luar yang berpori-pori. Meski tidak menginginkan terjadinya diaper rash, namun tidak ada salahnya jika Andaselalu menyiapkan salep popo untuk mencegah dan mengobati ruam pada bayi.

Diaper

Diaper pixabay

Karena Indonesia memiliki iklim tropis dan lembab, sebuah kondisi yang dapat membuat bayi merasa tidak nyaman, panas dan lembab. Selain dapat menyebabkan berkembangnya jamur dan iritasi, pada akhirnya hal ini dapat menimbulkan resiko ruam. Ini alasan mengapa popok kain seperti diaper ataupun clodi biasanya menggunakan bahan polyester, katun dan wami. Terakhir, perhatikan cara penggunaan popok dengan benar ya! Oiya, demi menjaga kebersihan, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah memakaikan popok!

Baca juga:

Salah Posisi Tidur Pada Bayi Bisa Berujung Kematian

Mata Juling Pada Bayi, Normalkah?

Cara Bayi Menilai Seseorang

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: meetdoctor.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment