Obat Tidur, Efek Sampingya bagi Kesehatan

693-03564905Insomnia atau kesulitan tidur menjadi masalah sebagian orang saat ini. Untuk mengatasi keadaan tersebut banyak yang bergantung pada obat tidur. Pil tidur memang menyelesaikan masalah kesulitan tidur tetapi hanya untuk jangka pendek. Tetapi tahukah Anda apa yang dimaksud obat tidur?

Obat tidur (sleeping pill) adalah sejenis obat penenang untuk menimbulkan kantuk. Perangsang tidur tersebut termasuk obat-obat antikecemasan misalnya benzodiazepines dan barbiturates. Benzodiazepines meliputi Xanax, Valium, Ativan, atau Librium yang menimbulkan rasa kantuk dan membuat orang tidur. Sedangkan barbiturat bekerja dengan menekan syaraf pusat. Biasanya obat jenis ini diresepkan sebagai obat penenang sekaligus obat tidur untuk mengatasi anestesi. Selain itu ada juga jenis Lunesta, Sonata, Ambien, Rozerem, dan Halcion.

24 jenis obat tidurUmumnya obat tidur diberikan dengan resep dokter untuk penderita kelainan tertentu. Tetapi belakangan sudah ada obat tidur yang dijual bebas di pasaran. Terlepas dari anjuran dokter atau tidak, obat tidur yang terbuat dari bahan kimia dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh. Obat tidur membuat sistem pernafasan melambat dan tidak maksimal. Karena inilah obat tidur berbahaya bagi orang yang menderita sama atau mengalami masalah paru-paru lain.

Obat tidur juga memiliki efek yang secara umum berdampak pada pengkonsumsinya seperti kesemutan pada tangan atau kaki, sembelit, diare, pusing, sakit kepala, nyeri perut, mulut dan tenggorokan kering, hingga sulit menjaga keseimbangan. Obat tidur juga menyebabkan perubahan nafsu makan, gemetar, serta mimpi yang tidak biasa dialami.

24 sleep disorderBeberapa obat tidur bahkan menimbulkan dampak yang lebih berbahaya misalnya parasomnia. Parasomnia adalah perilaku atau tindakan dimana Anda tidak dapat mengontrol diri sendiri misalnya berjalan saat tidur, makan, melakukan panggilan telepon, bahkan mengemudi. Penderita parasomnia tidak menyadari apa yang dilakukannya.

Beberapa orang mungkin menunjukkan reaksi alergi setelah mengkonsumsi obat tidur. Alergi karena obat tidur ditandai dengan pandangan kabur, nyeri dada, sulit bernafas atau menelan, mual, suara serak, jantung berdebar, dan sebagainya. Jika mengalami reaksi alergi segera hentikan pemakainan obat tidur. Jika tidak, maka akan terjadi anaphylaxis atau reaksi alergi akut. Efek lain adalah angioedema, yaitu pembengkakan yang parah pada wajah.

24 sleeping pillsMengingat resikonya, bukan berarti obat tidur tidak boleh dikonsumsi secara mutlak. Untuk menghindari efek samping yang merugikan, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat tidur. Biasanya dokter menyarankan obat tidur selama beberapa waktu untuk mengatasi insomnia jangka pendek. Waktu serta dosis obat tidur juga harus sesuai petunjuk yang diberikan ahli medis.

Ada beberapa jenis makanan atau minuman yang perlu dihindari saat mengkonsumsi obat tidur. Yang pertama adalah alkohol. Kombinasi pil tidur dan alkohol dapat berakibat fatal untuk tubuh. Selanjutnya, hindari mengkonsumsi jeruk baik buah atau jusnya. Demikian juga dengan buah anggur. Keduanya meningkatkan penyerapan obat tidur dalam darah.

Agar tidak mengalami gangguan tidur yang berujung pada ketergantungan obat tidur, sebaiknya terapkan gaya hidup yang teratur serta pola makan sehat. Keduanya akan memberikan manfaat lebih untuk kesehatan Anda.

Baca juga :

Nutrisi agar Tidur lebih Nyenyak

Posisi Tidur dan Efeknya bagi Kesehatan

Fakta tentang Aspirin

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber :

www.webmd.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment